Mental Rakus dan Korupsi Dituding Jadi Penyebab Kebakaran Hutan di Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 31 Oct 2015 14:34 WIB
kabut asapasap
Mental Rakus dan Korupsi Dituding Jadi Penyebab Kebakaran Hutan di Indonesia
Ilustrasi bekas lahan terbakar. (Antara/Rony NT)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kabut ‎asap sudah menutupi tiga per empat wilayah Indonesia, berminggu-minggu langit tanah air jadi kelabu. Asap dari pembakaran lahan dan hutan oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab menghadirkan derita bagi masyarakat luas. 

Hal ini disampaikan oleh Pemerhati Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja, ditemui dalam acara Permasalahan Asap dan Hutan di Indonesia yang diadakan oleh Markplus Center for Economy and Business, GK Center dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Eighty8 Office Tower, Kasablanka, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

"Jelas ini adalah tindak kesengajaan yang menyebabkan kerugian pada materi, kegiatan ekonomi serta energi dan biaya yang sangat besar. Memandang hal tersebut, perlu melihat kembali kebijakan kehutanan dan pemanfaataannya selama ini, serta menggali pandangan dari berbagai elemen mengenai hutan di masa mendatang," kata Sarwono.

Sarwono menekankan, penyebab kebakaran hutan yang saat ini terjadi merupakan kombinasi antara ketidaktauan‎, kerakusan dan korupsi. Dengan adanya kejadian itu, dia mengharapkan pemerintah harus melakukan tiga hal utama untuk permasalahan hutan, seperti konservasi, rehabilitasi dan restorasi. 

"Mentalitas seperti ketidaktauan, kerakusan dan korupsi, yang mengakibatkan bencana di Indonesia. Proses perubahan iklim yang terjadi oleh manusia sendiri akibat proses industrialisasi yang sudah terjadi sejak 300 tahun yang lalu," ungkap Sarwono yang merupakan ‎mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup di era Presiden Abdurahman Wahid.

Pada forum diskusi ini, selain Sarwono Kusumaatmadja, banyak narasumber lainnya yang tak asing lagi bagi masyarakat, seperti Pengamat Kebijakan Publik Andrinof Chaniago, Pengamat Sosial Imam B Prasodjo, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia Purwadi, dan Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhhhammad.


(MEL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA