Kadin Tolak Formula Perhitungan Kenaikan Upah

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 31 Oct 2015 15:11 WIB
upah
Kadin Tolak Formula Perhitungan Kenaikan Upah
Kadin (Foto: Dokumentasi Kadin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tidak setuju dengan formula penghitungan kenaikan upah buruh yang memperhitungkan Komponen Hidup Layak (KHL), tanpa melihat produktifitas buruh tersebut. Jika tidak melihat produktifitas para buruh maka akan berdampak kepada meningkatnya laju inflasi. 

Wakil Ketua Umum Kadin Suryani SF Motik tidak setuju bila Upah Minimum Provinsi (UMP) setiap tahun mengalami kenaikan tanpa memperhatikan produktifitas. Tentu produktifitas harus menjadi salah satu komponen yang dimasukkan ke dalam perhitungan kenaikan UMP.

"Misalnya UMP selalu naik terus tanpa memperhatikan produktifitas, apa yang kebayang? Anda jadi wartawan, pasti dituntut produktifitas juga, tidak fair dong," tegas Suryani, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015).

Menurutnya, UMP boleh saja mengalami kenaikan, tapi kenaikan tersebut juga harus diiringi dengan peningkatan produktifitas. Jika tidak maka hal ini menjadi persoalan. Apalagi, persoalan di Indonesia bukan sekedar tenaga kerja semata tapi juga berkaitan dengan tingkat pengangguran yang tinggi. 

"Hari ini sudah banyak hal-hal lain, BPJS, sekolah gratis, dan lain-lain. Beban dari pekerja sudah berkurang. Saya khawatir kalau ini diterapkan, Rp3,1 juta pukul rata semuanya. Sementara tidak sekolah. Nanti sarjana keluar bagaimana? Tingkat pengganguran sarjana tinggi. Yang ada tingkat pengangguran terdidik makin tinggi. Yang lulus SMA, lulus SD, begitu masuk sudah Rp3,1 juta‎," jelas dia.

Karena itu, masih kata Suryani, diharapkan perhitungan kenaikan upah ini juga melihat aspek produktifitas. Jika tidak melihat produktifitas maka bisa memicu ketidakadilan. "Saya kira ini bukan maunya buruh secara keseluruhan, hanya segelintir saja. Jadi kalau mau naik fair, naiknya karena produktifitasnya tinggi, fine ini tidak ada masalah," pungkas dia.


(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA