Dinasti Politik di Banten Terancam

- 05 Oktober 2013 21:30 wib
ANTARA/Dhoni Setiawan/zn
ANTARA/Dhoni Setiawan/zn

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus dugaan suap di Mahkamah Konstitusi berimbas pada terancamnya dinasti politik di Banten.

Menurut Pengamat Politik Universitas Indonesi Boni Hargens dengan tertangkapnya adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang merupakan suami dari Wali Kota Tangerang Selatan yaitu Tubagus Chaeri Wardhana atau dikenal Wawan, akan meruntuhkan dinasti politik keluarga.

"Tertangkapnya Wawan otomatis akan meruntuhan politik dinasti Ratu Atut di Banten. Masyarakat akan mempertanyakan adanya politik tidak wajar di sana, dan tidak memilih keluarga Atut untuk pemilihan ke depan," kata Boni saat dihubungi, Sabtu (5/10).

Lanjutnya, dengan ditangkapnya Wawan dan dicekalnya Atut, menunjukkan KPK akan memeriksa dan menyelidiki secara tidak langsung dugaan politik uang demi melangengkan politik dinasti di Banten.

Boni mengatakan KPK kemungkinan akan memanggil beberapa pihak dari Banten guna mengklarifikasi hal tersebut, dan mungkin dalam pemeriksaan akan mengungkapkan dugaan politik uang di pilkada lainnya, bukan hanya di Kabupaten Lebak, Banten.

"Dugaan uang itu, bisa memberi gambaran politik guna mencapai dinasti di Banten. Selangkah saja Atut sudah bisa dijerat, tinggal menghubungkan saja dan mengumpulkan bukti-bukti," ujarnya.

Menurut Boni, hal yang terjadi di Banten merupakan nafsu untuk mempertahankan dinasti politik dengan cara menyuap. Apalagi dinasti Atut memiliki penguasaan modal yang berlimpah sehingga bisa memengaruhi politik dan hukum.

"Hebatnya Atut itu punya penguasaan jaringan di politik dan hukum karena pengaruh modal. Politik dinasti di Banten berbasis pada penguasan modal politik uang," ujar Boni. (Raja Eben L)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…