Belasan Calon Kepala Daerah Ramai-ramai Ziarah Makam Soeharto

Pythag Kurniati    •    Minggu, 01 Nov 2015 12:18 WIB
pilkada serentak
Belasan Calon Kepala Daerah Ramai-ramai Ziarah Makam Soeharto
Foto: Sebanyak 16 calon bupati dan calon wali kota dari sejumlah daerah berziarah di makam Presiden kedua Indonesia Soeharto di kompleks Astana Giribangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah/MTVN_Pythag Kurniati

Metrotvnews.com, Karanganyar: Sebanyak 16 calon bupati dan calon wali kota dari sejumlah daerah berziarah ke makam Presiden kedua Indonesia Soeharto di Astana Giribangun, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Para calon kepala daerah itu mengaku hendak menerapkan nilai-nilai positif dari mendiang Soeharto.

Rombongan calon kepala daerah itu tiba di Kompleks Astana Giribangun pada pukul 15.00 WIB, Sabtu 31 Oktober. Mereka terdiri dari calon bupati dan calon wali kota yang akan maju dalam Pilkada serentak 2015 di antaranya dari Ogan Komering Ulu, Bengkalis, Pandeglang, Purbalingga, Sukabumi, Cianjur, Magelang, Ponorogo, Balangan, Paser, Balikpapan, Lombok, Manggarai Barat dan Tidore.

Ziarah itu dilakukan pada malam hari. Kunjungan dimulai dari makam raja-raja Mangkunegara di Astana Mangadeg. Kemudian dilanjutkan ke makam Soeharto dan Tien Soeharto di Kompleks Astana Giribangun. Ke16 calon kepala daerah itu memanjatkan doa dipimpin seorang ustaz.

"Kami juga akan mengambil nilai-nilai keteladanan yang prorakyat yang pernah diberlakukan ketika Pak Harto memimpin selama 32 tahun," kata Calon Wali Kota Magelang, Muhammad Haryanto di Astana Giribangun, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (31/10/2015).

Hal senada diungkapkan Bambang Susilo, Calon Bupati Paser, Kalimantan Timur. Menurut dia, saat Soeharto memimpin, swasembada pangan di Indonesia tercapai.

"Pengembangan padi pada masa itu pun gencar, sampai ada padi IR-36. Saya bisa sekolah sampai insinyur tak lain karena ayah saya menanam padi IR-36. Beras tidak impor, justru ekspor. Swasembada pangan tercapai," kata Bambang Susilo.


(TTD)