BMKG: Cuaca di Riau Sudah Normal

Antara    •    Minggu, 01 Nov 2015 12:36 WIB
asap
BMKG: Cuaca di Riau Sudah Normal
Foto: Kabut asap menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau/Ant_FB Anggoro

Metrotvnews.com, Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Riau, menyatakan, cuaca di Provinsi Riau kembali normal usai diselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi ini menyusul hujan dengan intensitas ringan hingga besar di Riau dalam sepekan terakhir.

"Ini cuaca sudah normal yang ditandai dari jarak pandang pada pukul 7.00 WIB sudah 7.000 meter di wilayah Kota Pekanbaru dan sekitarnya akibat hujan," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin, di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (1/10/2015).

Sedangkan cuaca di sejumlah daerah lain di Riau di antaranya Kota Rengat, Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Dumai dan Kabupaten Pelalawan, belum normal. Jarak pandang di sejumlah daerah itu masih 5.000 meter. Masih ditemukan kabut asap tipis akibat karhutla di Sumatera.

"Namun kabut asap tipis itu, tidak mengganggu aktivitas penerbangan baik pendaratan atau lepas landas di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru," ujar dia.

Sugarin mengatakan, secara umum cuaca di wilayah Riau, pada Minggu, ini cerah dan berawan. Diprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga
sedang diikuti petir dan angin kencang terjadi pada siang, sore, atau malam hari.

"Potensi hujan masih tetap ada baik siang, sore dan malam hari terutama di sebagian besar wilayah Riau bagian pesisir Timur, Utara dan Barat. Angin bergerak dari Timur menuju Selatan dengan kecepatan 9 hingga 29 km per jam," imbuh dia.

Dari pantauan citra satelit baik Terra dan Aqua, kata dia, masih terdapat 198 titik api (hotspot) di Pulau Sumatera. Titik api itu tersebar pada delapan provinsi di Sumatera yang terkosentari di Sumatera Selatan yakni 117 titik. Kemudian, diikuti Bangka Belitung 28 titik panas, Lampung 27 titik panas, Jambi 20 titik panas, Riau 5 titik panas, Sumatera Barat 2 titik panas, dan Bengkulu serta Sumatera Utara masing-masing 1 titik panas.

"Di Riau, Indragiri Hulu (Inhu) tiga titik dan Indragiri Hilir (Inhil) dua titik."

"Kemarin 130 titik panas terkosentrasi di Sumatera Selatan 71 titik, Bangka Belitung 28 titik, Lampung 27 titik, Jambi tiga titik dan Bengkulu 1 titik," pungkas dia.


(TTD)