Lahan Seluas Lebih 329 Hektare di Papandayan Terbakar

Kristiadi    •    Minggu, 01 Nov 2015 12:37 WIB
kebakaran hutan
Lahan Seluas Lebih 329 Hektare di Papandayan Terbakar
Sejumlah pendaki melintasi hutan mati di Papandayan, Ant - Teresia May

Metrotvnews.com, Garut: Kebakaran menghanguskan lahan seluas 329,50 hektare di kawasan cagar alam dan taman wisata Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Api berkobar lantaran angin bertiup kencang di kawasan tersebut.

Demikian dikatakan Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut, Tubagus Agus Sofyan. Namun, Tugabus menegaskan tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Agus mengatakan data diterima dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Selain Papandayan, kebakaran pun menghanguskan lahan seluas 200,50 hektare di kawasan Kamojang yang berada di Gunung Guntur.

"Kondisi ini diperparah saat upaya pemadaman yang dilakukan petugas pemadam kebakaran mengalami hambatan karena bersamaan dengan angin kencang yang mempercepat titik-titik api baru. Namun alat pemadaman api yang dimiliki tidak mendukung untuk melakukan pemadaman kelokasi itu karena kurang didukungnya alat pemadaman terutama selang," kata Agus, Minggu (1/11/2015).

Tubagus mengungkapkan kawasan resapan air semakin menipis di musim kemarau. Banyak pohon dan belalang yang mudah terbakar. Masyarakat pun kurang peka melindungi kawasan di objek wisata.

"Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat agar mau melakukan penghijauan di kawasan serapan air saat musim hujan tiba. Karena langkah penghijauan itu untuk mengembalikan fungsi kawasan sehingga sumber air tidak terganggu," paparnya.

Tubagus mengungkapkan, areal lahan yang terbakar dikawasan objek wisata Papandayan dan Kamojang masih dalam penjagaan petugas dari Polisi, TNI dan anggota BPBD agar tidak terjadi kebakaran susulan. 

"Ada anggota yang masih siaga dilokasi itu menjaga lahan agar tidak terjadi kebakaran susulan, mereka membawa air dari jerigen dan alat pemadam lainnya. Mudah-mudahan di musim kemarau panjang itu tidak ada lagi kebakaran tersebut karena sulit untuk melakukan pemadaman api," ungkapnya.


(RRN)