Polri: Surat Edaran Bukan Pengekangan Berpendapat

M Rodhi Aulia    •    Senin, 02 Nov 2015 08:50 WIB
Polri: Surat Edaran Bukan Pengekangan Berpendapat
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Anton Charliyan. (Metrotvnews.com/Githa Farahdina)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri menjamin beredarnya surat edaran ujaran kebencian tidak bermaksud mengekang kebebasan berpendapat yang sejatinya melekat pada diri setiap warga negara.

"Saya tegaskan ini bukan pengekangan. Ini mengingatkan saja," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan dalam dialog Bincang Pagi Metro TV, Senin (2/11/2015).

"Karena kita hanya ingin mengingatkan, apa-apa yang akan dilakukan seseorang, ada tanggung jawabnya dan ada hukumnya yang sudah diatur," imbuh dia.

Anton berjanji, pihaknya tidak akan semena-mena memidanakan pelaku yang diduga melakukan ujaran kebencian tersebut. Terlebih dahulu, kata Anton, Polri mendengarkan pendapat dan masukan para ahli untuk menilai suatu kalimat yang dianggap ujaran kebencian.

Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat mengingatkan agar Polri konsisten dengan jaminan dan janji tersebut. Karena jika tidak, kebebasan berpendapat di alam demokrasi ini benar-benar akan tercoreng.

"Jangan sampai memunculkan kekhawatiran publik dan akhirnya ini mengancam kebebasan kita berpendapat," tukas dia.

Imdadun juga meminta, jalan pidana sebagai pilihan terakhir setelah melakukan mediasi antara pihak yang berkonflik. Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani meminta Polri tak selalu mengedepankan insting penyidiknya, tapi insting seorang mediator ulung.

"Butuh bertransformasi diri, tidak hanya penyidik tapi juga mediator," ujar Arsul dalam kesempatan yang sama.
(MEL)

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

Pengacara Sebut Dakwaan Novanto Imajinasi KPK

8 hours Ago

Tim kuasa hukum Novanto mempertanyakan alat bukti yang menjadi dasar pembuatan surat dakwaan.

BERITA LAINNYA