5 Pelajaran dari Forum Perdamaian Kader Golkar

Nurfajri BN    •    Senin, 02 Nov 2015 09:04 WIB
golkar
5 Pelajaran dari Forum Perdamaian Kader Golkar
Jusuf Kalla berjabat tangan dengan Aburizal Bakrie, Agung Laksono, dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Minggu 1 Oktober 2015. Antara Foto/Akbar Nugroho

Metrotvnews.com, Jakarta: Forum Silaturahmi Nasional mempersatukan dua kubu di Partai Golkar. Ketua DPP Partai Golkar Ricky Rachmadi mengambil lima pelajar dari momentum itu.

"Pertama, perpecahan dalam tubuh Golkar tidak menguntungkan semua pihak. Perpecahan melahirkan ketidakefektifan fungsi utama Golkar sebagai penggerak dinamika politik bangsa," kata dia, Senin (2/11/2015).

Kedua, tanpa persatuan dari para pimpinan dan tokoh utama Golkar, akar rumput tidak punya panutan dan terombang-ambing tanpa arah. Kekuatan mesin politik partai mandek.

"Karena itu, perpecahan dalam segala bentuk harus dihilangkan diganti dengan kekuatan sinergitas untuk bangun soliditas," ujar Ricky.

Pelajaran ketiga, menurut Ricky sudah saatnya Golkar memusatkan energi untuk membangkitkan kekuatan generasi muda dan kader potensial untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.
 
"Keempat, momentum silaturahmi ini harus dimanfaatkan untuk melahirkan platform politik baru Golkar menyongsong Indonesia 2019-2025," kata dia.

Terakhir, momentum silaturahmi harus dimanfaatkan untuk melanjutkan proses regenerasi kepemimpinan Golkar untuk kesinambungan dan keberlanjutan Golkar sebagai penggerak kemajuan bangsa.

Internal Golkar terpecah menjadi kubu pengurus hasil Munas di Bali dan kubu pengurus hasil Munas di Ancol, sejak akhir tahun lalu. Proses hukum di pengadilan tidak menyelesaikan masalah.

Dalam forum Silaturahmi Nasional, Minggu 1 November, kedua kubu sepakat bersatu. Tokoh senior Golkar Jusuf Kalla menggagas forum ini.

Tokoh senior Golkar yang hadir dalam kesempatan itu seperti Siti Hardiyanti Rukmana, Fahmi Idris, Oetojo Oesman, Soebijakto Tjakrawedaya, dan JB Soemarlin.

Panitia Silaturahmi Nasional Golkar Nurdin Halid mengatakan, Ketua Umum Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie dan Ketua Umum Golkar hasil Munas Ancol Agung Laksono menandatangani surat komitmen islah.

"Setelah Silaturahmi Nasional ini maka Partai Golkar akan bersatu dan secara bersama-sama menggunakan kantor DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta," kata Nurdin Halid.


(TRK)