Polisi Tingkatkan Pengamanan di Desa Selok Awar-Awar Lumajang

Kumbang Ari    •    Senin, 02 Nov 2015 10:31 WIB
Polisi Tingkatkan Pengamanan di Desa Selok Awar-Awar Lumajang
Polisi berjaga-jaga di rumah Kades Selok Awar-awar, Metrotv - Kumbang Ari

Metrotvnews.com, Lumajang: Petugas gabungan meningkatkan pengamanan di sejumlah lokasi di Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, Jawa Timur (Jatim). Tindakan itu untuk mengantisipasi hal-hal yang mengganggu keamanan setelah aksi teror mengancam warga antitambang pasir ilegal di desa tersebut.

Fokus penjagaan di empat titik. Tiga di antaranya rumah milik aktivis antitambang yaitu Tosan, Salim Kancil, dan Abdul Hamid. Ketiganya menjadi sasaran teror warga protambang. 

Polsek Pasirian juga menyiagakan tim di rumah Kepala Desa Selok Awar-Awar, Haryono. Penjagaan juga melibatkan satpol PP. Petugas bergiliran tugas jaga selama 24 jam. Selain itu, polisi juga berpatroli di jalan-jalan desa.

"Suasana desa sudah kondusif. Sedangkan pelaku teror terhadap Abdul Hamid, sudah diamankan Polres Lumajang. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Kapolsek Pasirian AKP Eko Hari.

Sabtu pekan lalu, Abdul Hamid mendapat teror. Rumahnya dilempari batu. Ia diancam dibunuh. Setelah pemeriksaan, polisi mengamankan pelaku berinisial IT dan menggelandangnya ke Mapolres Lumajang.

Sementara Tosan dan Salim Kancil merupakan warga petani yang menolak pertambangan liar di desa mereka. Penolakan itu membuat keduanya dianiaya pada 26 September 2015. 

(Baca: Fakta Salim Kancil dari Susun Strategi hingga Tewas Dibantai)

Salim Kancil tewas dalam kejadian tersebut. Sementara Tosan mengalami luka parah. Setelah mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Malang, Tosan membaik.

Polda Jatim menetapkan lebih 20 tersangka dalam kasus tersebut. Satu di antaranya Kepala Desa Selok Awar-Awar, Hariyono, yang diduga sebagai otak dari penganiayaan tersebut. Hariyono dikenakan pasal berlapis yaitu penganiayaan, pertambangan liar, dan pasal pencucian uang.

(Baca: Aniaya Salim Kancil, Kades Selok Awar-awar Dikenakan Pasal Lebih Berat)
(RRN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA