Diperiksa KPK, Dewi Yasin Limpo Cuma Tebar Senyum

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 02 Nov 2015 10:52 WIB
suap pltu di papua
Diperiksa KPK, Dewi Yasin Limpo Cuma Tebar Senyum
Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi Partai Hanura Dewie Yasin Limpo dikawal petugas ketika resmi ditahan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10) dini hari.--Foto: MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPR RI Dewie Yasin Limpo kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK akan mengorek keterangannya terkait kasus dugaan suap pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Deiyai, Papua.

Pantauan Metrotvnews.com, Dewie Yasin tiba di Gedung KPK dengan dikawal satu petugas pengamanan sekitar pukul 10.12 WIB. Awak media mencecar dengan sejumlah pertanyaan. Namun dia hanya melempar senyum.

Dia enggan berbicara banyak soal kasus suap yang menjeratnya. Ketika ditanya soal pemeriksaannya, dia juga irit komentar.

"(Pemeriksaan) biasa saja, biasa saja," kata Dewie di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2015).

Adik kandung Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo itu langsung masuk ke lobi Gedung KPK. Belum diketahui apakah Dewie akan diperiksa sebagai saksi atau tersangka.

Selasa 20 Oktober 2015, Anggota Komisi VII DPR Fraksi Hanura Dewie Yasin Limpo ditangkap KPK. Dewie Yasin Limpo ini dicokok bersama beberapa orang lainnya.

Mereka yang turut digelandang KPK adalah sekretaris pribadi Dewie, Rinelda Bandaso; staf ahli Dewi, Bambang Wahyu Hadi; Pengusaha dari PT Abdi Bumi Cendrawasih Setiadi; pengusaha rekanan Setiadi, Harry; Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Deiyai, Papua, Iranius; dan ajudan Setiadi, Devianto. Seorang supir mobil rental juga diamankan.

Saat penangkapan, petugas KPK menemukan uang dalam bentuk dolar Singapura sekitar SGD177. 700 di dalam snack makanan ringan. Fulus itu diduga uang suap yang diberikan Setiadi dan Harry kepada Dewi Yasin melalui Rinelda Bandaso.

Suap dinilai terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Deiyai, Papua. Proyek itu sempat dibahas dalam Rancangan Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (RAPBN) 2016 di DPR.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif di KPK, akhirnya KPK menetapkan tersangka terhadap Iranius, Setiadi, Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, dan Bambang Wahyu Hadi. Mereka dijerat dengan pasal yang berbeda.

Iranius dan Setiadi diduga sebagai pemberi suap. Keduanya dikenakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, dan Bambang Wahyu Hadi diduga sebagai penerima suap. Mereka diduga melanggar pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA