LBH: Surat Edaran Kapolri Jangan untuk Menzalimi

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 02 Nov 2015 13:13 WIB
ujaran kebencian
LBH: Surat Edaran Kapolri Jangan untuk Menzalimi
Kepala Bidang Penanganan Kasus Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Muhammad Isnur (Batik). (Foto: MI/Immanuel)

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi diminta menerapkan Surat Edaran (SE) Kapolri soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech dengan baik. Jangan sampai SE Nomor SE/06/X/2015 itu digunakan untuk menzalimi.
 
Kepala Bidang Penanganan Kasus Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, Muhammad Isnur, meminta kepolisian menerapkan aturan dengan baik. Menurut dia, jangan sampai aturan itu malah melindung orang-orang yang telah menebarkan kebencian.
 
"Polisi harus menerapkan aturan tegas. Jangan sampai menghukum orang yang terzalimi. Misalnya, ada kelompok Ahmadiyah dan Syiah yang diserang dan ada yang menebarkan kebencian kepada mereka. Tapi malah mereka (korban) yang dipidanakan," kata Isnur kepada Metrotvnews.com di Jakarta, Senin (2/11/2015).
 
Ia meminta penerapan aturan ini benar-benar diawasi. Sehingga dapat berjalan baik. "Jangan sampai hukum di bawah tidak bisa dikontrol oleh yang di atas," ujar Isnur.
 
Hal senada diutarakan pengamat hukum dari Universitas Indonesia Ferdinand T. Andilolo. Ia meminta kepolisian memiliki prosedur tetap dalam menjalankan surat edaran penanganan ujaran kebencian ini.
 
Menurutnya, selain untuk memberikan tanggung jawab bagi orang yang menyatakan pendapat, aturan ini sebagai bentuk tanggung jawab aparat dalam menerapkan aturan tersebut.
 
"Jangan sampai surat edaran ujaran kebencian ini di salahgunakan. Semua pihak harus bertanggung jawab. Bukan hanya yang memberikan pendapat, tapi semua pihak," ujarnya.
 
Sebelumnya, Kapolri mengeluarkan Surat Edaran (SE) soal penanganan ujaran kebencian atau hate speech dengan Nomor SE/06/X/2015. Salah satu isi dari surat edaran tersebut adalah imbauan terhadap bentuk-bentuk ujaran kebencian seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, dan menyebarkan berita bohong bisa dipidana.


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA