Jokowi Desak Menteri Maksimalkan Penyerapan Anggaran

Desi Angriani    •    Senin, 02 Nov 2015 16:24 WIB
rapbn 2016
Jokowi Desak Menteri Maksimalkan Penyerapan Anggaran
Presiden Jokowi dan Wapres JK,--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menggelar sidang kabinet paripurna bersama seluruh menteri kabinet kerja di Kantor Presiden, Jakarta. Rapat membahas APBN 2016, persiapan pilkada serentak hingga paket kebijakan ekonomi tahap VI.

Dalam pembukaannya, Jokowi kembali mendesak para menteri memaksimalkan penyerapan anggaran 2015, mengingat serapan anggaran tahun ini baru mencapai 70 persen.

"Sebelum masuk ke APBN 2016, saya ingin ingatkan mengenai penyerapan anggaran 2015. Ini sudah November, sebentar lagi Desember. Saya harapkan saudara konsen melihat secara detail yang bisa secepatnya dilakukan," tegas Jokowi di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin ( 2/11/2015).

Mantan Wali Kota Solo ini berharap, target serapan anggaran 2015 sesuai target, yakni mencapai 92-94 persen di akhir tahun. Terkait APBN 2016, Jokowi juga mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian dan Kementerian ESDM mempercepat lelang kegiatan dan proyek di triwulan IV-2015. Khususnya berkaitan dengan belanja modal.

"Laporan Kementerian Keuangan baru 70 persen. Kedua, setelah adanya persetujuan dari DPR, agar tender lelang secepatnya dimulai, terutama belanja modal dan infrastruktur bagi sejumlah kementerian," beber suami Ibu Negara Iriana Jokowi ini.

Desakan tersebut, kata Jokowi, agar tidak terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi akibat keterlambatan penyerapan anggaran. "Sehingga sekali lagi ini sudah disetujui dewan, agar segera dilaksanakan lelang, tanda tangan kontrak Januari, uang muka Januari sudah bisa dikeluarkan," kata dia.


(MBM)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA