Punya Pabrik Switchgear Sendiri, Impor Jadi Berkurang

Annisa ayu artanti    •    Senin, 02 Nov 2015 16:38 WIB
pln
Punya Pabrik Switchgear Sendiri, Impor Jadi Berkurang
Indonesia akan punya pabrik switchgear sendiri. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu Artanti)

Metrotvnews.com, Banten: Akhirnya tahun depan Indonesia tidak lagi mengandalkan impor switchgear dari luar negeri, karena hari ini PT PLN (Persero) melalui anak usahanya PT Prima Layanan Nasional (PLN) Enjiniring dan PT Crompton Prima Switchgear Indonesia (CPSI) secara resmi melakukan groundbreaking pabrik switchgear di Kawasan Industri Cikande, Banten.

Dalam sambutan Direktur Utama PT PLN (Persero), yang diwakilkan Direktur Bisnis Regional Jawa bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang, mengungkapkan bahwa pendirian pabrik ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan investasi dan operasi di sektor ketenagalistrikan yang masih sangat besar, termasuk kebutuhan switchgear dalam gardu-gardu induk.

Hal ini menjadi tantangan bagi PLN untuk mengelola sumber dayanya secara efisien dan optimalkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Sehingga tidak lagi mengandalkan impor.

"Nah iya semuanya diproduksi di sini. Kan sebelumnya impor. Seluruhnya impor. Kalau trafo sekarang semuanya sudah dalam negeri. Sudah tidak ada impor lagi. Baik yang 500 KV, 275 KV, 150 KV, tapi yang namanya switchgear itu pabrik pertama yang ada di Indonesia. Selama ini kita impor," kata Nasri, saat peresmian pabrik Switchgear di Kawasan Industri Cikande, Serang, Banten, Senin (2/11/2015).

Nasri menambahkan, selama ini kebutuhan pembangunan substation atau gardu induk masih mengandalkan peralatan-peralatan impor dari Jepang, Eropa, Tiongkok, dan Korea. Salah satu kebutuhan termahal adalah switchgear itu sendiri.

"Seluruh substation impor dari luar negeri, dari Jepang, Eropa, Tiongkok, dan Korea, kita impor semua dari mana-mana kita impor semua. Tahun depan kita bangun sendirilah," ungkap dia.

Biaya pembangunan pabrik ini, Nasri menyebutkan mencapai USD22,5 juta. Di mana tahun depan diharapkan, Indonesia bisa menghemat impor switchgear sekitar 25 persen sampai 30 persen.

"Dengan kita punya pabrik sendiri, TKDN. Hampir mungkin nantinya itu sekitar 75 persen sampai 80 persen itu bahan bakunya dari dalam negeri. Itu bisa menghemat sekitar 25 persen sampai 30 persen," pungkas dia.

Sebagai informasi, switchgear merupakan peralatan-peralatan yang ada di gardu induk. Itu alat-alat untuk kontrol, pengaman, menaikan-menurunkan tegangan, dan sebagainya. Tujuannya untuk menyalurkan daya-daya dari pembangkit melalui transmisi untuk dapat disalurkan ke seluruh masyarakat.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA