Ahok Klaim Aturan Demo Dibuat Saat era Reformasi

LB Ciputri Hutabarat    •    Senin, 02 Nov 2015 16:41 WIB
unjuk rasa
Ahok Klaim Aturan Demo Dibuat Saat era Reformasi
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Antara/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengklaim aturan demo dibuat di era reformasi. Kebebasan berpendapat diarahkan ke Monas agar tepat sasaran.
 
Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 28 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka dibuat untuk memperkuat dan melengkapi aturan yang sudah ada.
 
"Bukan saya yang ngelarang (demo) di Istana. Justru Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 yang mencantumkan tidak boleh demo di Istana," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).
 
Ahok mengatakan, peraturan itu sudah dibuat sejak zaman reformasi. Saat itu, masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasi digiring ke Monas agar lebih terarah. Namun, kini masyarakat bebas menentukan tempat aksi.
 
"Yang dibuat oleh reformis ketika reformasi terjadi. Malah enggak boleh demo di hari besar. Jadi semua jelas. Jadi yang salah di mana?" Ahok bertanya.
 
Menurut Ahok, Pergub DKI Jakarta Nomor 28 Tahun 2015 yang ia keluarkan tak perlu dipermasalahkan. Sebab, peraturan itu merujuk pada Undang Undang Nomor 9 tahun 2015. "Saya kira enggak ada yang menyimpang," katanya.


(FZN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA