Kopilot Sempat Keluhkan Kondisi Pesawat Rusia 7K9268

Willy Haryono    •    Senin, 02 Nov 2015 17:31 WIB
pesawat rusia jatuh di mesir
Kopilot Sempat Keluhkan Kondisi Pesawat Rusia 7K9268
Pesawat maskapai Kogalymavia atau Metrojet asal Rusia. (Foto: AFP/SERGEI KOROVKIN)

Metrotvnews.com, Moskow: Kopilot dari pesawat maskapai Kogalymavia dengan nomor penerbangan 7K9268 yang jatuh di Sinai, Mesir, sempat mengeluhkan kondisi pesawat. 

Hal ini diungkapkan istri kopilot Sergei Trukachev, Natalya Trukacheva, dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi NTV, seperti dikutip Associated Press, Minggu (1/11/2015).

Trukhacheva mengatakan anak perempuannya "sempat memanggil sang ayah yang hendak berangkat kerja. Dia (Trukachev) lalu mengeluhkan kondisi teknis pesawat."

Seorang petugas di menara pengawas penerbangan Mesir mengaku sempat mendengar laporan pilot 7K9268 yang mengatakan komunikasi radionya bermasalah. Namun, Menteri Penerbangan Sipil Mohamed Hossam Kamal membantahnya. 

"Tidak ada hal abnormal ... dan pilot juga tidak meminta perubahan rute penerbangan," kata Hossam Kamal. 

Tidak lama setelah pesawat hilang dari radar, situs pemantau AirLive menyebut kapten 7K9268 sempat melaporkan adanya kerusakan teknis dan meminta mendarat di Kairo. Belum diketahui pasti apakah pilot 7K9268 benar-benar mengubah rutenya ke arah Kairo. 

Pesawat maskapai Kogalymavia atau Metrojet dengan nomor penerbangan 7K9268 jatuh di Sinai, Mesir, dan menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 217 beserta tujuh kru pada Sabtu kemarin. Pesawat jatuh 23 menit usai lepas landas dari Sharm el-Sheikh menuju Saint Petersburg. Sebagian besar penumpang berasal dari Rusia.

Analisis kotak hitam diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat, namun otoritas Mesir membantahnya.

Jurgen Whyte, kepala inspektur Unit Investigasi Kecelakaan Udara Irlandia (AAIU), menyebut analisis kotak hitam pesawat 7K9268 akan selesai dalam beberapa hari ke depan.

"Tidak ada yang bisa diumumkan hingga kami mengakses isi rekaman, dan untungnya kotak hitam itu ditemukan," kata Whyte.

Ratusan jenazah sudah dipulangkan dari Mesir ke Rusia. Tim forensik akan mengidentifikasi jenazah dengan dibantu masing-masing anggota keluarga korban.


(WIL)