Lindungi Industri Tembakau, APTI Dukung RUU Pertembakauan

Husen Miftahudin    •    Senin, 02 Nov 2015 18:00 WIB
cukai tembakau
Lindungi Industri Tembakau, APTI Dukung RUU Pertembakauan
Ilustrasi tembakau. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mengapresiasi upaya badan legislatif (Baleg) yang merumuskan dan memasukkan Rancangan Undang Undang (RUU) Pertembakauan sebagai salah satu RUU inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pasalnya, RUU ini dinilai dapat melindungi keberlangsungan industri tembakau nasional yang sekaligus meningkatkan kesejahteraan lebih dari dua juta petani tembakau.

"RUU ini seyogyanya menjadi solusi dari berbagai permasalahan pertanian tembakau seperti peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas tembakau dan tata niaga tembakau sehingga kesejahteraan petani akan semakin membaik," kata Ketua Umum APTI Soeseno dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Ia menjelaskan, permasalahan yang dihadapi pertanian tembakau antara lain minimnya dukungan infrastruktur dan bantuan teknis serta keterbatasan dalam mendapatkan akses permodalan untuk sewa lahan dan pembelian sarana produksi (bibit, pupuk, dan pestisida). Akibatnya, produktivitas dan kualitas tembakau yang dihasilkan saat ini belum dapat memenuhi permintaan pabrikan sehingga impor menjadi tak terelakkan.

"RUU Pertembakauan diharapkan akan menghasilkan perubahan kebijakan Pemerintah terhadap pertanian tembakau dan para petani bisa mendapatkan dukungan maupun bantuan yang diperlukan untuk menghasilkan tembakau yang berkualitas dan pada akhirnya mampu mencukupi kebutuhan pabrikan sehingga dapat mengurangi impor," ungkap dia.

Sementara itu, Dewan Pembina APTI Lalu Amin mengutarakan bahwa tembakau merupakan tanaman semusim yang hanya ditanam pada saat musim kemarau dan mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan komoditas lain. "Saat ini terdapat sekitar 13 varian tembakau yang ditanam di 119 daerah di 19 provinsi di seluruh Indonesia," papar dia.

Amin menambahkan, pihaknya merekomendasi dan mendukung dijalankannya program kemitraan antara petani dengan pemasok atau pabrikan sebagai salah satu solusi paling efektif meningkatkan produktivitas dan kualitas tembakau nasional.

"Melalui kemitraan, para petani mendapatkan kepastian pasar melalui akses penjualan langsung kepada pemasok atau pabrikan, pengadaan kebutuhan sarana produksi, permodalan, pendampingan, dan bantuan teknis yang diperlukan untuk menghasilkan tembakau dengan produktifitas maupun kualitas lebih baik sesuai dengan permintaan pabrikan," jelasnya.

Seperti diketahui, saat ini hanya ada beberapa pabrikan yang menjalankan program kemitraan, sehingga jumlah petani yang tergabung didalamnya masih sangat minim. "Untuk itu, APTI berharap program kemitraan dapat didukung dengan baik oleh Pemerintah di tingkat nasional maupun daerah agar pertanian tembakau di Indonesia dapat terus berkembang secara berkesinambungan," pungkas Amin.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA