Saksi Sebut SDA Dapat Jatah Fee dari Pemondokan Haji

Renatha Swasty    •    Senin, 02 Nov 2015 18:28 WIB
suryadharma ali
Saksi Sebut SDA Dapat Jatah Fee dari Pemondokan Haji
Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (Foto:MI/Rommy)

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan staf KJRI Jeddah Hasanudin Amat alias Hasan Ompong menyebut mantan Menteri Agama Suryadharma Ali dapat jatah fee dari salah satu pemondokan jemaah haji di Madinah, Al Makarim. Duit disebut diserahkan oleh orang SDA, Undang Syahroni.
 
Hal ini terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) nomor 18 milik Hasan Ompong yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum pada KPK Kristanti Yuni Purnawanti.
 
"Dapat saya jelaskan bahwa Syahroni pernah berbicara kepada saya, ketika beliau mendapatkan kuota tambahan sebesar 5 ribu jamaah karena bantuan SDA. Beliau (Syahroni) pernah cerita bahwa dia orangnya SDA dengan kata kata 'saya orangnya Menteri' dan uang dari para majemuah sudah diserahkan ke SDA, termasuk salah satunya dari Madinah, Al Makarim yang saya mintakan jatahnya," kata Jaksa Kristanti dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Suryadharma Ali di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2015).
 
"Betul," kata Hasanudin singkat.
 
Hasan membeberkan ia dan Syahroni sama-sama calo pemondokan haji yang tergabung dalam Rombongan Calo Tentang Imaroh (RCTI). Saat Al Makarim mendapat pemondokan tambahan, Hasan menagih jatah fee pada Al Makarim.
 
Jatah fee itu kemudian diserahkan pada Syahroni, tapi Hasan mengaku tak mendapat jatah dari Syahroni. "Dia bilang ke Slamet,  duitnya mau diantar ke bapak semua makanya saya enggak kebagian, kamu enggak saya kasih," beber Hasan.
 
Hasan menyebut, bapak yang disebut Syahroni adalah bapak Menteri. Syahroni kata dia menyebut hal itu dua sampai tiga kali di rumah Hasan. "Maaf saja, memang dia ngomong gitu," tambah Hasan.
 
Hasan mengaku, sebagai calo pemondokan ia dapat SR5-SR10 per kepala sebanyak jemaah yang masuk ke pemondokan yang dicalokan. Tapi, di Makarim ia tak mendapat apa-apa lantaran uang dibawa oleh Syahroni untuk diserahkan ke SDA.
 
Namun, ketika ditanya apa Hasan mengetahui jika uang sampai ke tangan SDA, dia tak mengetahuinya. "Saya nggak tau. nggak ketemu lagi sama Syahroni," pungkas dia.
 
Dalam dakwaan, setelah Majmuah Wassel, Mubarak dan Majmuah Ilyas menyatakan tidak sanggup memenuhi kapasitas sebagaimana ditentukan terdakwa. Mohammad Syairozi Dimyathi menandatangani kontrak dengan majmuah secara bertahap, melakukan addendum beberapa kontrak, menerima Majmuah Mawaddah, Maj Al-Isyroq yang diajukan Nurul Iman Mustofa melalui Hasan Ompong serta usulan Saleem Badegel untuk untuk menaikkan kapasitas Majmuah Makarim Al-Madinah, dengan pertimbangan Hasan maupun Saleh merupakan orang yang mendapatkan kepercayaan dari anggota Komisi VIII DPR RI serta telah mendapatkan persetujuan terdakwa.
 
Kamudian Syairozi beberapa kali melakukan penetapan ulang majmuah penyedia perumahan di Madinah beserta kapasitasnya, dengan tetap mengacu pada majmuah yang telah ditunjuk terdakwa, sehingga pada akhirnya Tim Penyewaan perumahan menunjuk 12 (dua belas) majmuah sebagai penyedia perumahan di Madinah. Penetapan ulang tersebut dilakukan secara simultan dengan penandatanganan kontrak maupun dengan penandatanganan addendum.
 
Setelah penandatanganan kontrak, Syairozi melakukan pembayaran secara bertahap kepada 12 (dua belas) majmuah penyedia perumahan di Madinah untuk 194.216 jemaah dengan total pembayaran sejumlah SR126.150.100,00 dan pembayaran kepada 5 hotel transito Jeddah untuk 140.404 jemaah dengan total pembayaran sejumlah SR14.040.40


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA