Oktober, Nilai Tukar Petani Naik 0,13%

Gervin Nathaniel Purba    •    Senin, 02 Nov 2015 19:07 WIB
petani
Oktober, Nilai Tukar Petani Naik 0,13%
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Saiful)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Oktober 2015 sebesar 102,46 atau naik 0,13 persen dari sebelumnya sebesar 102,33 pada periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Suryamin mengatakan kenaikan NTP pada Oktober 2015 disebabkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,13 persen lebih besar dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,01 persen.

Selain itu, dirinya menyoroti adanya peningkatan pada empat subsektor yang mempengaruhi kenaikan NTP 2015. Dari keempat subsektor tersebut, subsektro tanaman pangan yang mengalami peningkatan paling besar di antara subsektor lainnya sebesar 1,22 persen.

"Subsektor Hortikultura sebesar 0,16 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,14 persen, dan perikanan sebesar 0,03 persen," ujar Suryamin di Kantor BPS, Jalan Dr. Sutomo No. 6-8, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).

Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan NTP adalah subsektor peternakan sebesar 1,34 persen. Hal ini disebabkan lantaran It mengalami penurunan sebesar 1,33 persen sedangkan Ib naik sebesar 0,01 persen.

Suryamin menambahkan penurunan It Oktober 2015 disebabkan oleh penurunan indeks di seluruh kelompok ternak. "Kelompok ternak besar 1,58 persen, kelompok ternak kecil 1,29 persen, kelompok unggas 0,90 persen, dan kelompok hasil ternak 1,15 persen," ungkap Suryamin.

Dia melanjutkan, komoditi yang menyebabkan penurunan indeks terbesar pada subsektor peternakan adalah sapi potong dan telur ayam ras. Sedangkan untuk peningkatan IB disebabkan peningkatan BPPBM sebesar 0,02 persen.

"Kelompok BPPBM naik 0,02 persen. Sedangkan indeks kelompok KRT turun 0,02 persen," jelasnya.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA