Ekonomi Melambat, Laba MPMX Turun 16% Jadi Rp336 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 02 Nov 2015 19:08 WIB
mitra pinasthika mustika
Ekonomi Melambat, Laba MPMX Turun 16% Jadi Rp336 Miliar
Illustrasi. MTVN.com/MPMX

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan konsumer automotif, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih sebesar Rp336 miliar di kuartal III-2015, atau turun sebesar 16 persen dibanding periode yang sama 2014. P‎enurunan laba didorong oleh turunnya jumlah permintaan dan peningkatan biaya provisi seiring perlambatan ekonomi nasional.

‎Direktur Utama MPMX Troy Parwata mengatakan meskipun laba anjlok, pendapatan perseroan naik tipis satu persen menjadi Rp12,2 triliun per September 2015, bila dibanding periode yang sama tahun lalu.  

"Kami meyakini bahwa industri konsumer automotif akan menjadi sektor yang terus berkembang dan memberikan kontribusi berkelanjutan serta menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. Pada saat perekonomian nasional kembali seperti semula, bisnis MPMX akan semakin solid didukung fundamental bisnis yang kuat dari anak-anak usaha kami," kata Troy dalam siaran persnya, Senin (2/11/2015). 

Menurut Troy, hingga kuartal III-2015, empat segmen usaha MPMX, yakni bisnis distribusi dan ritel kendaraan roda dua dan roda empat, consumer auto parts (suku cadang automotif), penyewaan kendaraan, dan bisnis jasa keuangan, memberikan kontribusi yang beragam terhadap laba bersih konsolidasi perusahaan. 

Segmen bisnis suku cadang automotif berkontribusi 54 persen terhadap total laba bersih grup dimana laba bersih meningkat 36 persen (termasuk one-off gain dari penjualan tanah & bangunan), jika dibandingkan kinerja tahun lalu. Sedangkan segmen bisnis distribusi dan ritel memberikan kontribusi 38 persen dan sisanya oleh segmen bisnis lainnya.

Untuk bisnis distribusi kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia, pemimpin pasar distribusi sepeda motor di Indonesia Timur, mencatat penjualan sebanyak 662.637 unit hingga Kuartal III-2015. 
Penjualan ini turun sembilan persen dari periode yang sama tahun lalu namun lebih baik dari pasar nasional yang turun 20 persen berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menjadi 4,82 juta unit. MPMulia mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan yang positif sebesar satu persen.

Di bisnis distribusi kendaraan roda empat, MPMAuto meraih penjualan 2.512 unit mobil atau tumbuh 156 persen dari tahun sebelumnya, ditopang oleh delapan dealer penjualan mobil Nissan-Datsun yang dimiliki MPMX melalui MPMAuto dan produktivitas salesmen.

Selain itu, segmen bisnis consumer auto parts (suku cadang), MPMX melalui PT Federal Karyatama (FKT), berhasil mencatat peningkatan laba bersih sebesar 36 persen menjadi Rp278 miliar, termasuk one-off gain dari penjualan tanah & bangunan meski volume penjualan oli turun delapan persen.

Adapun untuk memperluas jangkauan produk, FKT memperkuat distribusinya dengan membuka pusat distribusi terbaru di  Jawa Timur.

Bisnis penyewaan kendaraan, MPMRent sebagai perusahaan jasa penyewaan mobil terbesar ketiga nasional dari sisi jumlah kendaraan, per kuartal III-2015 memiliki 14.598 unit kendaraan.

Perseroan akan terus meningkatkan kinerja perusahaan agar lebih optimal dengan berfokus pada pengaturan cash flow dan efisiensi operasional. MPMRent mencatatkan sedikit penurunan dari sisi pendapatan yakni minus dua persen menjadi Rp855 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di bisnis jasa keuangan, MPMFinance berfokus dalam menjaga kualitas aset melalui pemilihan yang selektif untuk pertumbuhan pembiayaan  kendaraan roda dua, roda empat dan akuisisi pasar alat-alat berat.

Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) tercatat naik 3,2 persen dengan pendapatan stabil di angka Rp864 miliar. Sedangkan MPMInsurance mencatat pertumbuhan pendapatan premi sebesar 85 persen menjadi Rp183 miliar.


(SAW)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA