Hampir Overload, TPAS Buluh Socah Akan Direlokasi

Agus Josiandi    •    Senin, 02 Nov 2015 19:18 WIB
sampah
Hampir <i>Overload</i>, TPAS Buluh Socah Akan Direlokasi
Sejumlah pemulung tengah memilah sampah di TPAS Buluh Socah, Bangkalan. Foto: Metrotvnews.com/Agus Josiandi

Metrotvnews.com, Bangkalan: Tumpukan sampah tampak di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Buluh Socah, Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Sejumlah orang yang berprofesi sebagai pemulung pun terlihat tengah memilih sampah yang bisa mereka manfaatkan. Kendati belum terlihat menggunung, pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangkalan, selaku pengelola TPAS tersebut mengakui hingga saat ini kondisi TPAS hampir overload.

"TPAS ini kan dibangun 2006. Berdasarkan studi yang dilakukan sebelumnya, TPAS Buluh Socah seharusnya direlokasi pada 2010 lalu, namun karena keterbatasan anggaran dan seringnya proses pemadatan yang dilakukan di areal TPAS, maka hingga saat ini TPAS Buluh Socah tetap kami fungsikan," terang Imam Syafri, Kabid Kebersihan BLH Bangkalan, senin (2/11/2015).

Berdasarkan data BLH Bangkalan, sedikitnya 212 meter kubik sampah per hari dikirim ke TPAS Buluh Socah selama 2014. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yakni 186 meter kubik per hari. Menurut BLH, diperkirakan pada 2015 ini terjadi peningkatan jumlah sampah seiring peningkatan jumlah penduduk.

Dari angka tersebut, sampah-sampah yang dikirim ke TPAS terlebih dahulu menjalani proses pemilahan. Sejumlah warga yang berprofesi sebagai pemulung dan beroperasi di TPAS setiap harinya, memilih sejumlah sampah yang masih bisa mereka manfaatkan, seperti besi, plastik, dan kardus.

"Baru setelah dipilah dan tersisa sampah yang tak bisa dimanfaatkan, maka sampah-sampah tersebut dipadatkan dengan cara dilakukan pengurukan menggunakan media pasir di atas tumpukan sampah," kata Imam.

Lahan TPAS Buluh Socah seluas 2,6 hektare tersebut saat ini telah terpakai 1,8 hektare. Atas kondisi tersebut BLH Bangkalan dalam waktu dekat akan merelokasi TPAS ke Desa Soket, Kecamatan Tragah, Bangkalan. Saat ini proses relokasi baru memasuki tahap negosiasi pembebasan lahan dengan warga sekitar.


(UWA)