Pemeliharaan Pengerukan Sungai Perlu Dilakukan Rutin

Damar Iradat    •    Selasa, 03 Nov 2015 03:52 WIB
sampah jakarta
Pemeliharaan Pengerukan Sungai Perlu Dilakukan Rutin
: Petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta menggunakan alat berat untuk mengeruk endapan lumpur yang mendangkal di Kali Ciliwung, Bidara Cina, Jakarta Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Tri Joko Sri Margianto ingin pengerukan di kali, sungai, waduk, maupun saluran penghubung bisa dilakukan secara terus menerus. Selama ini, pengerukan hanya dilakukan saat ada proyek maupun saat menjelang musim penghujan.

"Saya mau merubah konteks pemeliharaan agar jadi rutinitas. Kalau dulu kegiatan ini semacam proyek, umpama ada saluran a, kita itung volume lumpur sekian, jadi pengerukan kali ini sekian ribu meter kubik, dilelang, harganya sekian. Begitu selesai, udah enggak ada kejelasan," kata Tri saat ditemui Metrotvnews.com di kantornya, Jalan Taman Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015).

Jika pemeliharaan seperti biasa, berarti setahun hanya dilakukan sekali. Padahal, menurut Tri, bisa saja seusai pengerjaan pengerukan hujan dan lumpur kembali menyerang. "Kalau udah kayak gitu, kita enggak bisa apa-apa, duitnya udah abis," katanya.

Tri juga menjelaskan, memelihara pengerukan sungai dengan pihak ketiga hanya dihitung berdasarkan volume lumpur yang ada. Padahal, volume lumpur bisa sungguh dinamis.

Salah satu kendala pengerukan yang ditemui oleh Dinas Tata Air, yakni, banyaknya kabel-kabel dan pipa yang melintang. Sehingga, di gorong-gorong yang bakal dikeruk membuat pekerja maupun alat berat tidak bisa masuk. Belum lagi sampah-sampah yang tersangkut di pipa maupun kabel juga menghambat aliran air.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pada musim banjir, pihaknya sudah meminta setiap suku dinas menempatkan tenaga orang yang lebih banyak untuk berjaga-jaga. Jadi, setelah hujan turun, petugas jaga bisa langsung mengecek.

"Tapi pasti ada kendala juga, pas musim hujan, air kan juga tinggi, kalau begitu saya bendung, bikin kisdam dalam waktu bersihinnya," ungkap Tri.

Kendati demikian, Tri percaya pengerukan di kali-kali, maupun sungai dan waduk dapat diselesaikan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan. Ia menargetkan, pengerukan bisa selesai pada Maret 2016.

"Sebetulnya teknologi ngeruk gitu-gitu aja. Cuma sekarang ini karena udh lama enggak dikeruk, volume pengerukannya besar. Nanti, kalau udah rutin, mungkin abis ini kita selesai, kerukin sampai Maret target saya," pungkasnya.


(ALB)