Periksa Gatot, Kejagung Koordinasi dengan KPK

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 03 Nov 2015 06:17 WIB
gratifikasi bansos sumut
Periksa Gatot, Kejagung Koordinasi dengan KPK
Tersangka kasus dugaan suap bantuan perkara bansos Kejati Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung, Gatot Pujo Nugroho. Foto: Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, dia diduga melakukan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial dan hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2013 oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Untuk memeriksa Gatot, Kejagung bakal berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perihal pemeriksaan Gatot lantaran dia juga telah ditetapkan tersangka oleh KPK dengan kasus lain.

"Mungkin nanti dalam pemeriksaan tersangka, akan berkoordinasi (dengan KPK)," ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Arminsyah di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2015) malam.

Arminsyah menjelaskan, koordinasi untuk memeriksa gatot sangat diperlukan, apalagi  Gatot sudah ditahan oleh lembaga antirasywah itu.

"Karena saat ini tersangka Gatot dalam penahanan di KPK. tentunya kita minta ijin ke KPK," jelas Arminsyah.

Arminsyah menekankan, untuk penetapan tersangka Gatot, Kejagung telah mendapatkan dua alat bukti.  salah satunya buktinya adalah Gatot tidak melakukan verifikasi terhadap penerima hibah.

"Ini kedapatan dua alat bukti bahwa, terutama pak Gatot tidak melakukan verifikasi terhadap penerima-penerima hibah dan juga dalam penetapan SKPD yang mengelola," bebernya.

Sementara itu, pemeriksaan terhadap Gatot bakal dilakukan pekan depan. Namun, masih belum diketahui kepastian tanggal dan waktu pemeriksaan tersebut.

"Pekan depan ya," tukas Arminsyah.


(ALB)