Tolak Truk Sampah, Warga Cileungsi: Ini Murni Aksi Warga

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 03 Nov 2015 10:42 WIB
sampah jakarta
Tolak Truk Sampah, Warga Cileungsi: Ini Murni Aksi Warga
Spanduk Penolakan Warga--Metrotvnews.com/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Bogor: Sejumlah warga dan ormas kepemudaan mengadang truk pengangkut sampah dari DKI Jakarta. Penolakan tersebut diklaim murni aksi warga yang geram dengan polusi yang timbul dari truk sampah.

Warga Cileungsi, Harini Ibeng, mengklaim warga telah lama merencanakan aksi penolakan. Warga sudah tidak tahan dengan bau menyengat yang ditimbulkan dari truk sampah yang melintas.

"Sudah lama juga aksi ini, tapi memang ini murni aksi dari warga juga. Karena memang melihat dari dampak itu mobil limbah yang lewat jadi posisinya juga mengganggu. Sampai radius 100 meter juga masih tercium," kata Harini kepada Metrotvnews.com, di Jalan Raya Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Selasa (3/11/2015).

Selain bau menyengat, Harini tidak terima truk sampah yang melintas membuat jalan Raya Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, rusak. "Makanya kita warga yang peduli dengan Cileungsi, kita kompakan dengan warga lain juga, kita turun ke lapangan langsung," kata dia.

Harini mengaku aksi ini bukan yang pertama. Sebelumnya, sebelum dia dan kawan-kawan, warga juga telah melakukan aksi penolakan terhadap truk sampah. Namun, aksi tersebut belum total dilakukan warga.

"Sebenarnya dari kemarin-kemarin juga sudah melakukan (aksi penolakan), tapi tidak ribut banyak begini. Ini karena baru kekompakan dari warga, kemarin-kemarin hanya bertahan sampai pukul 10.00 WIB," kata dia.

Pantauan Metrotvnews.com, sejumlah warga dan ormas dengan baju khasnya loreng orange hitam berjaga di Jalan Raya Cileungsi, tepatnya di under pass Cileungsi. Sekitar puluhan anggota ormas dan warga terus memantau dan berjaga untuk mencegah adanya truk sampah yang melintas.

Dua buah kain lebar bertuliskan penolakan terhadap truk sampah dari DKI pun terbentang di pinggir jalan. Kain dipenuhi tanda tangan warga Cileungsi yang mendukung penolakan.


(YDH)