Kenaikan Upah Minimum Bikin Pusing Direksi Express

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 03 Nov 2015 11:23 WIB
express group
Kenaikan Upah Minimum Bikin Pusing Direksi Express
Laba Express tertekan peningkatan biaya dan UMR. (FOTO: dokumentasi Express)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen PT Express Transindo Tbk (TAXI) mengakui laba perseroan lemah karena adanya tekanan biaya yang terus meningkat.

"‎Tekanan biaya yang terus meningkat membuat laba kita jatuh, apalagi ditambah akan ada kenaikan Upah Minimum Regional (UMR)," ungkap Direktur Keuangan ‎Express Transindo David Sutanto, saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Seperti diketahui, laba bersih TAXI menurun drastis menjadi Rp11,07 miliar di kuartal III-2015, dari posisi laba Rp109,04 miliar per September 2014. Laba yang turun ini karena tekanan biaya yang terus meningkat.

Oleh karena itu, lanjut Agung, perseroan akan menyikapinya secara profesional yakni dengan melakukan efisiensi di bidang lain agar kinerja tidak tertekan di kemudian hari. Sepanjang kuartal III-2015, laba bersih PT Express Transindo Tbk (TAXI) anjlok menjadi Rp11,07 miliar, bila dibanding sembilan bulan pertama 2014 yang masih mencapai Rp109,04 miliar.

Laba yang turun tidak dipengaruhi banyak oleh pendapatan perseroan. Sebab pendapatan perseroan masih tumbuh menjadi Rp721,41 miliar, dari posisi pendapatan Rp640,15 miliar di kuartal III-2014.

Beban langsung perseroan naik menjadi Rp485,48 miliar per September 2015, bila dibandingkan beban langsung per kuartal III-2014 yang hanya mencapai Rp361,24 miliar. Laba kotor menjadi Rp235,92 miliar. Angka itu turun drastis dari posisi laba kotor sebesar Rp278,90 miliar.

Beban umum dan administrasi menjadi Rp74,28 miliar per September 2015, atau naik dari posisi Rp61,89 miliar di kuartal III-2014. Beban lain-lain bersih mengalami kenaikan menjadi Rp142,29 miliar, dari posisi beban lain-lain sebelumnya sebesar Rp72,05 miliar.

Hingga kuartal III-2015, jumlah aset anjlok menjadi Rp2,96 triliun, bila dibanding posisi aset sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi Rp3,01 triliun. Adapun posisi liabilitas dan ekuitas masing-masing menjadi Rp2,05 triliun dan Rp903,66 miliar.


(AHL)