Kontroversi Rossi di Malaysia

Honda: Data Teknis Menunjukkan Rossi Sengaja "Tendang" Marquez

Achmad Firdaus    •    Selasa, 03 Nov 2015 12:44 WIB
Honda: Data Teknis Menunjukkan Rossi Sengaja
Bos Honda, Shuhei Nakamoto berpose di depan motor milik Marc Marquez (Foto: http://www.gpone.com/)

Metrotvnews.com Aalst: Kubu Honda tetap keukeuh dengan pendapatnya bahwa Valentino Rossi sengaja menjatuhkan pembalap mereka, Marc Marquez dalam insiden senggolan di MotoGP Malaysia, beberapa waktu lalu. Untuk menguatkan tudingannya kali ini, pihak Honda menunjukkan data teknis yang mereka miliki.

Rossi memang dinyatakan bersalah dalam insiden tersebut dan telah dijatuhi hukuman. Akan tetapi, race direction dan FIM yang punya wewenang dalam memberikan keputusan tidak berani memastikan bahwa Rossi sengaja 'menendang' Marquez.

Lebih dari itu, kubu Yamaha dengan tegas membantah bahwa Rossi sengaja melakukan tendangan itu. Mereka menyebut aksi tendangan tersebut merupakan reaksi refleks dari Rossi karena motornya bersenggolan dengan motor Marquez.

Akan tetapi, pihak Honda tetap tidak percaya dengan hal itu. Mereka menegaskan bahwa mereka memiliki data teknis yang menunjukkan Rossi melakukannya dengan sengaja.

"Sudah jelas bahwa Valentino sengaja mendorong Marc keluar trek, yang merupakan pelanggaran peraturan-peraturan. Oleh karena itu Marc tidak memiliki pilihan lain selain melaju melebar," kata wakil presiden Honda Shuhei Nakamoto.

"Data dari sepeda motor Honda memperlihatkan bahwa, meski ia berusaha menghindari kontak dengan Valentino, tuas rem depannya tiba-tiba menerima dampak dari terkuncinya roda depan, yang merupakan alasan terkait kejatuhannya. Kami yakin bahwa tekanan ini merupakan hasil tendangan Rossi," tegasnya.

Insiden Rossi dan Marquez di Sepang memang memicu perseteruan yang makin luas. Selain perseteruan antara dua pembalap, dan dua pabrikan, masalah ini juga memicu sentimen nasionalisme.

Sebelumnya, perdana menteri Italia menegaskan bahwa Rossi tidak bersalah. Sementara itu, Menteri Olahraga Spanyol, Miguel Cardenal menuding Rossi-lah yang bersalah dan berharap "fair play" akan ditegakkan pada balap penutup musim ini di Valencia, 8 November mendatang.

Terlepas dari perseteruan di atas, Rossi kini tengah harap-harap cemas menanti putusan pengadilan arbitrase olahraga (CAS) terkait banding yang diajukannya. Jumat, 6 November mendatang, CAS akan memberikan putusan apakah menerima atau menolak banding Rossi.

Jika diterima, maka, dia bisa membalap sesuai dengan posisi yang diraihnya pada sesi kualifikasi. Namun, jika ditolak, sang legenda hidup MotoGP harus memulai balapan dari posisi buncit.

Di luar itu semua, peluang Rossi untuk merebut gelar juara dunia ke-10 nya masih terbuka, lantaran saat ini dia masih memimpin klasemen sementara pembalap dengan keunggulan tujuh poin dari pesaing terdekatnya, Jorge Lorenzo.

Ini berarti, Rossi hanya butuh finis di belakang Lorenzo jika ingin memastikan gelar juara dunia musim ini. (Reuters)
(ACF)