Jenuh Hidup dalam Kepalsuan, Bintang Instagram Essena O'Neill Memutuskan untuk Berhenti

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Selasa, 03 Nov 2015 14:00 WIB
instagram
Jenuh Hidup dalam Kepalsuan, Bintang Instagram Essena O'Neill Memutuskan untuk Berhenti
Instagram menyajikan banyak foto bagus, tapi realitas kadang tak seindah foto

Metrotvnews.com: Bahwa di Instagram banyak kepalsuan bukanlah rahasia lagi. Kita sudah melihat bagaimana orang membuat sesuatu yang jelek jadi tampak sangat indah. Essena O'Neill adalah seorang remaja perempuan asal Australia yang memiliki setengah juta follower di Instagram, 200.000 di YouTube dan Tumblr dan 60.000 di Snapchat. Dan dia baru saja mengumumkan bahwa dia akan berhenti. Remaja berumur 18 tahun ini justru memutuskan untuk berbalik arah dan melawan konsep ideal yang ditampilkan di media sosial.

Pada hari Senin (2/11/2015) kemarin, O'Neill mengunggah sebuah video ke YouTube, video yang dia akui sebagai video terakhir yang akan dia unggah. Seperti yang disebutkan TIME, dalam video tersebut, dia menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk menghapus 20.000 foto miliknya yang ada di Instagram.

Dia juga mengganti nama akunnya menjadi "Social Media Is Not Real Life" - Media Sosial Bukanlah Kehidupan Nyata. Dia bahkan mengganti beberapa caption fotonya untuk menjelaskan apa yang dia rasakan sebenarnya saat pengambilan foto.
 


"Saya berhenti menggunakan Instagram, YouTube dan Tumblr. Saya menghapus lebih dari 2.000 foto hari ini. Foto yang hanya berfungsi sebagai promosi diri. Tanpa sadar, saya telah menghabiskan sebagian besar masa remaja saya sebagai pecandu media sosial, status sosial dan juga penampilan saya," tulis O'Neill dalam sebuah post Instagram yang diunggah pada tanggal 27 Oktober.

"Media sosial, terutama dengan cara saya menggunakannya, tidak nyata. Media sosial dipenuhi dengan gambar dan video yang telah diubah. Ia adalah sebuah sistem yang didasarkan pada Like, View dan sukses dalam mendapatkan follower. Ia adalah sebuah sistem penilaian yang sangat egosentris. Dan saya terjebak di dalamnya."

Dalam caption video yang dia unggah ke YouTube, O'Neill menjelaskan bagaimana kecanduannya terhadap media sosial membuat hidupnya sengsara.

"Saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton gadis-gadis yang terlihat sempurna di dunia online. Saya berharap saya memiliki hidup seperti mereka. Lalu, ketika saya menjadi salah satu dari mereka, saya tetap tidak merasa senang, atau puas," tulisnya.

Saat ini, O'Neill membuat sebuah situs yang bernama Let's Be Game Changers. Dengan situs ini, dia berharap dia akan dapat memberitahu pada orang-orang betapa berbahayanya kecanduan media sosial.

"Saya tahu, Anda dilahirkan di dunia ini tidak sekadar dengan keinginan untuk tampil cantik. Jika Anda membaca tulisan ini, berarti Anda akan menjadi orang yang mengubah situasi yang ada sekarang. Anda mungkin belum tahu kekuatan Anda sekarang. Dan saya baru saja menemukan kekuatan saya. Tapi ketika Anda sudah menyadari kekuatan Anda... Anda akan menjadi sangat hebat," tulis O'Neill dalam situsnya.

Inilah video yang O'Neill unggah ke YouTube.

 


(ABE)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

5 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA