PAN: Tak Semua Pembangunan di DPR Haram

Githa Farahdina    •    Selasa, 03 Nov 2015 16:05 WIB
gedung baru dpr
PAN: Tak Semua Pembangunan di DPR Haram
Ilustrasi--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Publik tak perlu curiga apa yang akan dilakukan pemerintah maupun DPR. Terutama terkait rencana pembangunan gedung baru DPR. Anggaran pembangunan gedung DPR masuk di APBN 2016.

"Kalau menurut Fraksi PAN, bukan juga setiap pembangunan di DPR itu haram. Perlu juga ada peningkatan fasilitas, peningkatan kebutuhan yang menunjang kinerja. Tapi kalau cenderung penghamburan (dana), Fraksi PAN akan menolak," tegas Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto di Kompleks Parleman, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Anggota Komisi II ini menjelaskan, pembangunan harus dilakukan transparan mulai tender hingga pihak mana yang menang untuk membangun. Pimpinan dan anggota DPR tak boleh bermain bahkan Rp1 dari anggaran.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) perlu terlibat dalam pengawasan proyek ini. "Rp740 miliar, sesuatu yang sangat besar. Kalau dimaksimalkan ini toh untuk rakyat juga. Belum tentu juga anggota DPR sekarang menikmati, itu mungkin selesai di periode mendatang," kata Yandri.

Saat ini, Yandri menilai pembangunan perlu karena gedung sudah tak bisa menampung anggota beserta para staf.

Sidang Paripurna ke-IX DPR RI memutuskan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RUU APBN) menjadi UU APBN 2016. Anggaran pembangunan Gedung DPR lolos dalam APBN 2016.

Sembilan dari sepuluh fraksi menyatakan menerima RAPBN 2016 disahkan menjadi UU APBN 2016. Selain gedung baru untuk ruang kerja anggota, ada juga pembangunan alun-alun demokrasi, museum, dan perpustakaan serta jalan akses bagi tamu ke Gedung DPR.
 
DPR juga berencana membangun visitor center, membangun ruang pusat kajian legislasi dan integrasi kawasan tempat tinggal dan tempat kerja anggota DPR. Proyek dianggarkan Rp740 miliar dengan sistem pengerjaan multiyears.


(YDH)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

1 hour Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA