Pansus Pelindo Diduga Sudah 'Masuk Angin'

K. Yudha Wirakusuma    •    Selasa, 03 Nov 2015 16:08 WIB
pelindo
Pansus Pelindo Diduga Sudah 'Masuk Angin'
Ilustrasi rapat pansus pelindo--MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Persoalan di internal Pansus Hak Angket Pelindo II sudah diperkirakan sebelumnya. Awalnya, Pansus dibentuk dengan itikad baik semua fraksi di DPR. Namun lama-kelamaan kepentingan fraksi tertentu semakin tercium oleh fraksi lain.
 
"Sejak awal memang Pansus Pelindo itu tak penting. Dipaksakan saja itu Pansus. Polri sudah tangani kasusnya kok bisa dibawa-bawa ke politik lagi?" kata pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Pangi menuturkan, sah-sah saja DPR membentuk pansus karena hal itu merupakan hak mereka. Namun, kalau pansus 'masuk angin' hal itu akan semakin membuat lembaga DPR semakin tergerus.

Pansus, sambung Pangi, tidak punya proses penyelidikan yang kuat. Sebaliknya Polri yang telah menangani kasus Pelindo sejak awal seharusnya didukung penuh untuk menuntaskan secara hukum.

"Bareskrim kan sudah selidiki itu kasus. Polri punya data. Sebaiknya diserahkan saja ke Polri dan tak perlu pansus," kata Pangi.

Pangi mengatakan, karena proses politik di DPR proses penyelidikan hukum yang dilakukan Polri jadi terhambat. Bahkan proses politik (pansus) akan mematikan perjuangan proses hukum selama ini.

"Proses hukum akan mati kalau proses politik terjadi. Kita tinggal menunggu seperti apa nanti rekomendasi pansus," imbuhnya.

Pangi mengungkapkan, sejumlah fraksi yang menempatkan perwakilannya di Pansus Pelindo II sudah mulai mencium arah rekomendasi pansus. Oleh karena itu, sejumlah fraksi berbalik arah menyatakan pansus tak penting lagi.

"Saya menduga PKS dan Demokrat hanya dimanfaatkan saja. Itu yang dicurigai. Tidak menguntungkan juga bagi mereka pansus dilanjutkan. Pansus Pelindo II hanya sebagai sapi perahan. Ini permainan politik kelas tinggi. Ujungnya ya siapkan calon untuk pengganti RJ Lino dan selanjutnya lengserkan Meneg BUMN Rini Soemarno," kata Pangi.

Pangi menilai untuk melakukan pergeseran di Pelindo, dan Meneg BUMN membutuhkan dukungan politik maka dibentuklah pansus. "Sekalian pembenaran. Tapi keburu fraksi yang awalnya berjuang di sana mencium aroma tidak sedap, makanya mereka protes. Tujuan pansus tak lagi memperbaiki tata kelola BUMN, tapi untuk tujuan tertentu," kata Pangi.


(YDH)