Tambah 1.000 Menara, META Anggarkan Dana Rp1 Triliun di 2016

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 03 Nov 2015 17:10 WIB
nusantara infrastructure
Tambah 1.000 Menara, META Anggarkan Dana Rp1 Triliun di 2016
Ilustrasi menara telekomunikasi. (ANTARA FOTO/Aguk Sudarmojo)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menganggarkan dana investasi sebesar Rp800 miliar hingga Rp1 triliun di 2016. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli 1.000 menara di tahun depan.

"Dana investasi penambahan tower sebanyak Rp800 miliar-Rp1 triliun di 2016. Tower yang akan ditambah 1.000," kata Direktur Nusantara Infrastructure, Omar Danni Hasan, ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Dana investasi ini akan didapatkan perseroan dari kas internal dan pinjaman perbankan. Untuk porsi kas internal sebesar 10-15 persen, sedangkan sisanya dari pinjaman perbankan. "Penambahan tower ini ada yang dari akuisisi dan organik," ungkap Danni.

Pada tahun ini, perseroan pun membidik bisa mendapatkan 1.000 menara, dari posisi 850 menara telekomunikasi yang sudah didapatkan per September 2015. ‎Pembelian tower tahun ini menganggarkan dana sebanyak Rp600 miliar, namun kemudian direvisi menjadi Rp550 miliar.

"Tower mulai dari Jawa Tengah, Sumatera, Lampung, Batam, dua tahun lagi masuk ke sana. Kalau dapat di kota densitas tinggi, kenapa tidak kita ambil," sebut Danni.

‎Sebagaimana diketahui, META membukukan laba bersih Rp164,19 miliar pada kuartal tiga tahun ini, atau meningkat 22 persen dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar Rp134,73 miliar. Pada kuartal III-2015 sejumlah unit bisnis perseroan mengalami pertumbuhan signifikan.

Salahsa tunya PT Komet Infra Nusantara (KIN), yang merupakan unit bisnis terbaru Perseroan di sektor tower telekomunikasi, berhasil meraih kinerja yang cemerlang dengan total pendapatan sebesar Rp127,27 miliar.

Sampai dengan akhir September 2015 KIN memiliki portofolio lebih dari 850 menara telekomunikasi. Bisnis utama KIN meliputi penyewaan ruang pada menara untuk operator nirkabel di Indonesia berdasarkan kontrak jangka panjang.


(AHL)