Tekanan Kenaikan Harga Melambat di 2016

Angga Bratadharma    •    Selasa, 03 Nov 2015 17:50 WIB
bank indonesia
Tekanan Kenaikan Harga Melambat di 2016
Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, setelah diperkirakan meningkat pada akhir 2015, tekanan kenaikan harga diperkirakan melambat pada Januari 2016. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) tiga bulan mendatang yang turun 12,8 poin menjadi 151,7.

Mengutip laman BI, Selasa (3/11/2015), melambatnya tekanan kenaikan harga diperkirakan terjadi pada semua kelompok komoditas dengan penurunan indeks terbesar pada kelompok bahan makanan dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.

Secara regional, pelemahan IEH tiga bulan mendatang terjadi di 14 kota yang disurvei, dengan penurunan indeks terbesar di Kota DKI Jakarta (minus 22,4 poin) dan Pangkalpinang (minus 22 poin). Tekanan kenaikan harga pada enam bulan mendatang (April 2016) juga diperkirakan melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

IEH enam bulan mendatang tercatat sebesar 157,4 atau turun sebanyak 5,4 poin dari bulan sebelumnya. Melambatnya tekanan kenaikan harga tersebut ditenggarai didorong oleh optimisme responden terhadap penguatan nilai tukar rupiah, ketersediaan barang yang mencukupi, dan arus distribusi barang yang semakin mendukung.

Sejalan dengan turunnya persepsi terhadap penghasilan saat ini, porsi pendapatan responden yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Oktober 2015 tercatat sebesar 68,2 persen atau turun 0,3 persen dari bulan sebelumnya.

Porsi tabungan terhadap pendapatan (savings to income ratio) pada Oktober juga tercatat turun 0,1 persen dari bulan sebelumnya menjadi 18,7 persen. Sementara itu, porsi pembayaran cicilan pinjaman terhadap pendapatan (debt to income ratio) pada Oktober 2015 tercatat naik 0,3 persen dari bulan sebelumnya menjadi 13 persen.

Untuk kondisi enam bulan mendatang konsumen memperkirakan kenaikan jumlah tabungan dan posisi pinjaman enam bulan mendatang lebih rendah dari bulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari indeks perkiraan jumlah tabungan enam bulan mendatang (April 2016) yang tercatat turun 0,6 poin dari bulan sebelumnya menjadi 120,7.


(ABD)