Obesitas, Salah Satu Faktor Penyebab Nyeri Sendi

Nia Deviyana    •    Selasa, 03 Nov 2015 18:07 WIB
kesehatan
Obesitas, Salah Satu Faktor Penyebab Nyeri Sendi
Nyeri sendi bisa terjadi karena kegemukan. (Foto:wikiihealth.com)

Metrotvnews.com, Jakarta: Osteoarthritis (OA) atau nyeri sendi menjadi keluhan yang sering dirasakan banyak orang, namun kerap disepelekan. Padahal, nyeri sendi dapat mengganggu aktivitas sehari-hari Anda.

Badan Kesehatan Dunia WHO mengkategorikan OA dalam satu dari empat masalah otot dan tulang yang membebani individu, sistem kesehatan, maupun perawatan sosial dengan biaya yang cukup besar. 

Data 2008 menyebutkan, OA diderita 151 juta jiwa di seluruh dunia, dan 24 juta jiwa di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, prevalensi penderita OA lebih banyak terjadi pada wanita (53 persen) ketimbang pria (37 persen).

Mengapa terjadi OA?
OA terjadi akibat penipisan sekat sendi, dan dapat menyerang semua sendi manusia. Namun, lutut menjadi bagian yang paling rentan terkena.

Setiap orang beresiko terkena OA, terutama mereka yang mengalami kondisi seperti:

1. Obesitas
Pria atau wanita yang kegemukan, beresiko tinggi terkena OA. Sebab, setiap saat sendi, baik lutut atau panggul akan menerima beban berat berlebih sehingga menimbulkan cedera.

2. Kelainan struktural tertentu
Mereka yang memiliki kaki kanan lebih pendek dari kaki kiri, lutut tidak sejajar, dan kaki datar, cenderung lebih banyak terkena masalah lutut.

3. Olahraga beban
Melakukan olahraga beban yang berat, terutama yang bertumpu pada lutut, lari sprint jarak pendek, juga bisa menyebabkan nyeri pada sendi.

Dr. Adrian. W. Tarigan, Sp.OT, Spesialis ortopedi dan traumatology dari Rumah Sakit Jakarta menjelaskan, bila seseorang sudah menderita OA, maka orang tersebut mengalami suatu keadaan yang disebut "never ending story". Sebab, OA belum dapat disembuhkan sehingga pengobatan yang dilakukan hanya untuk memperlambat kerusakan dan mengurangi rasa nyeri, dengan tuhuan agar penderita tetap aktif.

"Hingga saat ini OA belum bisa disembuhkan. Manajemen penanganan yang bisa dilakukan baru sebatas pemberian obat hingga operasi agar OA yang dirasa tidak semakin parah. Jadi, lebih baik mencegah supaya tidak terkena OA," jelasnya dalam edukasi kesehatan SOHO #BetterU bertajuk 'Osteoarthritis dan Manajemen Penanganannya' di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Selasa (3/10/2015).

Dr. Adrian menambahkan, beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah OA, di antaranya, mencegah kegemukan, melakukan stretching atau peregangan sebelum berolahraga.

Selain itu, memberi nutrisi pada persendian dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung glucosamine dan chondroitin untuk meningkatkan produksi kolagen guna menjaga kondisi persendian.


(LOV)