Bila Terus Mengendap, Bunga Dana Desa Rawan Diselewengkan

Amaluddin    •    Selasa, 03 Nov 2015 18:46 WIB
dana desa
Bila Terus Mengendap, Bunga Dana Desa Rawan Diselewengkan
Foto ilustrasi.

Metrotvnews.com, Surabaya: Di Provinsi Jawa Timur, masih banyak Dana Desa yang terhenti di tingkat kabupaten/kota. Keterlambatan Dana Desa turun ke tingkat desa dinilai berpotensi terjadinya korupsi atau penyelewengan dana.

"Jika terlalu lama berhenti, maka bunga rekening akan bertambah. Nah, bunganya ini rentan dimanfaatkan untuk alat pengerahan massa kampanye pilkada dari salah satu calon," ujar Ketua Bidang Pendidikan Malang Corruption Watch (MCW), Siti Fatimah dihubungi di Surabaya, Senin (2/11/2015).

Fatimah berharap kepala desa segera mencairkan dana tersebut melalui pendamping desa.

Sementara, pengamat ekonomi asal Universitas Airlangga Surabaya, Wasiaturrahma, mengatakan bahwa pemerintah terkesan tergesa-gesa menurunkan Dana Desa. Sebab, sebelumnya tidak memberikan program-program untuk kebutuhan dana tersebut.

"Banyak kepala desa beranggapan bahwa satu desa langsung mendapatkan Rp1 miliar. Desa harus mengajukan proposal dulu, oleh pemerintah kemudian dilakukan survei untuk melihat kebenarannya," ujarnya.

Menurut Wasiaturrahma, tingkat SDM kepala desa membuat kesulitan mencairkan dana desa. Seharusnya, kepala desa memberikan laporan untuk kebutuhan dana desa. Dengan demikian, pemerintah akan menurunkan dana desa sesuai tingkat kebutuhan desa tersebut.

"Mereka (kepala desa) tidak tahu caranya. Jadi pemerintah harus terus melakukan sosialisasi." tandasnya.


(SAN)