Menkeu: Asumsi Pajak APBN 2016 Alami Penurunan

Husen Miftahudin    •    Selasa, 03 Nov 2015 19:29 WIB
apbn 2016
Menkeu: Asumsi Pajak APBN 2016 Alami Penurunan
Menkeu Bambang Brodjonegoro. ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, akibat perubahan asumsi dasar ekonomi makro, penerimaan perpajakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 mengalami penurunan.

Ia menjelaskan, untuk Pajak Penghasilan Minyak dan Gas Bumi (Migas) mengalami penurunan sebesar Rp7 triliun, dari Rp48,5 triliun pada Rancangan APBN 2016 menjadi Rp41,4 triliun pada APBN 2016.

"Yang berubah karena penurunan harga minyak maka PPh migas turun sekitar Rp7 triliun dibanding Nota Keuangan. Kemudian Pajak Non Migas turunnya sekitar Rp1,3 triliun yang berasal dari turunnya PPN Rp2 triliun dan PPh Non Migas sekitar Rp800 miliar," ujar Bambang dalam Konfrensi Pers APBN 2016, di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Selasa (3/11/2015).

Ia melanjutkan, untuk Kepabeanan dan Cukai totalnya sebesar Rp186,5 triliun atau turun Rp10,8 triliun dari RAPBN sebesar Rp197,3 triliun. Bambang merinci, untuk Cukai turun sebanyak Rp9,1 triliun dan Bea Masuk turun sebesar Rp1,7 triliun.

"Sehingga secara total, penerimaan perpajakn turun Rp19,1 triliun yang berasal dari penurunan PPh Migas Rp7 triliun, Pajak Non Migas turun Rp1,3 triliun, dan Kepabeanan dan Cukai Rp10,8 triliun," papar dia.

Bambang mengakui, pihaknya melakukan optimalisasi penerimaan perpajakan tanpa mengganggu iklim investasi dan tetap mempertahankan daya beli masyarakat. Khusus untuk cukai, lanjutnya, pihaknya akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) pada tahun depan.

"Khusus untuk cukai, sebentar lagi akan dikeluarkan PMK terkait cukai tahun depan yang rata-rata kenaikan tarifnya naik 11 persen untuk kenaikan tarif cukai," pungkas Bambang.


(SAW)