Menyelami Pasar Obligasi Baru 2016, Pemerintah Bidik Dim Sum Bond

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 04 Nov 2015 07:52 WIB
obligasi
Menyelami Pasar Obligasi Baru 2016, Pemerintah Bidik Dim Sum Bond
Menkeu Bambang Brodjonegoro. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah bakal membidik penerbitan surat utang berbasis mata uang Tiongkok yakni Yuan guna mencari basis sumber pembiayaan baru di pasar obligasi 2016.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini pemerintah masih mengkaji perkembangan kondisi pasar keuangan tahun depan sebelum nantinya mengeluarkan surat utang valas berdenominasi Yuan.

"Kalau di Tiongkok itu namanya adalah Dim Sum Bond. ‎Itu dipertimbangkan, tapi kita lihat juga perkembangan market," jelas Bambang di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta Pusat, Selasa, 3 November 2015.

‎Menurut jebolan ekonomi UI ini, Pemerintah masih mewaspadai  kondisi pasar keuangan masih diterpa persoalan yang sama, namun dengan tingkat kewaspadaan berbeda. Misalnya terkait rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) dan perlambatan ekonomi Tiongkok. Untuk itu, pada prinsipnya, Dim Sum Bond akan dikeluarkan pada waktu yang tepat.

"Yang paling penting di pembiayaan adalah the right moment. Kita mencari moment yang paling tepat. Kadang right window-nya itu cuma tiga hari, ya itu kita masuk kalau memang kondisinya seperti itu," ujar dia.

Tak hanya dari penerbitan obligasi, Pemerintah juga mendorong pendekatan ke lembaga multilateral dan bilateral‎ untuk mencari sumber pembiayaan yang ditargetkan Rp273,2 triliun dalam menutup defisit anggaran 2,15 persen dari produk domestik bruto (PDB).

"Kita jalan paralel, yang market tetap. Kita dorong, kita cari moment terbaik. Bahkan untuk rupiah dan dolar, pokoknya kita cari right moment untuk rupiah dan right moment untuk dolar," tegas Bambang.


(AHL)