Hambit Bintih tidak Otomatis Menduduki Kembali Jabatannya

- 09 Oktober 2013 20:44 wib
ANTARA/Reno Esnir/fz
ANTARA/Reno Esnir/fz

Metrotvnews.com, Jakarta: Kemenangan pasangan incumbent Hambit Bintih dan Anton S Dohong dalam sengketa Pemilu Kada Kabupaten Gunung Mas di Mahkamah Konstitusi tidak serta merta membuat pasangan tersebut menduduki jabatannya. Adanya dugaan suap sebelum putusan itu terjadi menyebabkan kemenangan Hambit bisa dibatalkan.

"Jika putusannya (oleh delapan majelis hakim) terjadi karena faktor suap, itu batal dengan sendirinya. Namun, apabila putusannya terjadi tanpa suap mau tidak mau dia yang menduduki jabatannya," kata pakar hukum pidana UII Mudzakir ketika dihubungi, Rabu (9/10).

Yang jadi persoalan, Hambit saat ini menjadi tersangka dalam dugaan suap kepada mantan Ketua MK Akil Mochtar dalam rangka mengamankan kemenangannya. Akibatnya kalau putusannya tetap dieksekusi, namun Hambit ternyata dipidana, maka secara otomatis ia tidak menduduki jabatannya. "Begitu pun dengan wakilnya karena keduanya melakukan tindak pidana pemilu. Bukan orang per orang," ujarnya.

Mudzakir mengusulkan pasangan calon yang mendapat urutan kedua yang menduduki jabatan bupati dan wakil bupati. Hal ini lebih efektif ketimbang melakukan pemilu kada ulang. "Hal ini untuk menghindari biaya yang lebih besar lagi," pungkasnya. (Emir Chairullah)

()

MESKI sudah tercapai kata islah atau damai, namun kubu Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma…