Konflik Bantar Gebang Harus Diselesaikan dengan Kepala Dingin

Antara    •    Rabu, 04 Nov 2015 11:05 WIB
sampah jakarta
Konflik Bantar Gebang Harus Diselesaikan dengan Kepala Dingin
Ilustrasi--Truk sampah mengantre giliran membuang sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah Sumur Batu, Bantar Gebang. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

Metrotvnews.com, Bekasi: Konflik pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang harus diselesaikan dengan kepala dingin. Persolan tersebut dapat diselesaikan melalui musyawarah untuk mufakat.

"Saya dari awal bilang, kalau dalam kerja sama tersebut ada yang tidak relevan lagi, silakan duduk bersama antara Pemprov DKI, DPRD Kota Bekasi, dan Pemkot Bekasi. Sehingga keluarnya solusi," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Selasa (3/11/2015).

Hal tersebut dikatakan Rahmat menyikapi mulai "memanasnya" hubungan Komisi A DPRD Kota Bekasi dengan Pemprov DKI Jakarta. Naiknya tensi tersebut pascatudingan pelanggaran kerja sama dalam pengelolaan TPST Bantargebang oleh DKI Jakarta.

Menurut dia, kedua belah pihak yang kini berseteru yakni Kota Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta sama-sama memiliki kepentingan masing-masing daerah. "Bekasi sebagai daerah mitra juga harus punya hubungan yang baik, tidak bisa berkonfrontasi dalam persoalan penyelenggaraan pemerintahan," imbuhnya.

Menurutnya, sampah DKI Jakarta merupakan persoalan nasional mengingat Jakarta merupakan Ibu Kota Indonesia. Begitu pula dengan Kota Bekasi yang memiliki peran sebagai daerah mitra penyangga.

Dia meminta Pemprov DKI dan DPRD Kota Bekasi musyawarah dalam penyelesaian konflik, agar yang dihasilkan adalah kebijakan yang tidak menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Rahmat juga menyoroti meluasnya persoalan itu hingga berujung pada aksi penghadangan sejumlah truk sampah DKI Jakarta di daerah lain seperti di Cileungsi.

"Bermitra itu harus ada azas saling menguntungkan. Jangan ada pihak yang terpancing persoalan ini, karena nanti akan merugikan kita sendiri, banyak warga kita yang aktivitasnya di DKI," tegasnya.


(YDH)