Mengenal Penyakit Demensia Lewy Body yang Diidap Robin Williams

Torie Natalova    •    Rabu, 04 Nov 2015 11:09 WIB
kesehatan
Mengenal Penyakit Demensia Lewy Body yang Diidap Robin Williams
Robin Williams. (foto:justrichest.com)

Metrotvnews.com, California: Istri mendiang Robin Williams, Susan Williams mengatakan berdasarkan hasil autopsi menunjukkan bahwa suaminya bunuh diri bukan karena depresi. Robin meninggal karena penyakit otak progresif yang dikenal Lewy Body Dementia atau demensia lewy body.

Kepada People Magazine, Susan mengungkapkan, di tahun kematiannya, Robin tengah berjuang melawan gejala penyakit mental yang tak bisa dijelaskan, termasuk kecemasan dan delusi. Penyakit ini juga menyerang fisiknya dengan mengalami kekakuan otot dan keterbatasan gerak. Tapi, itu tidak membuatnya meninggal seperti yang diberitakan selama ini.

Robin Williams meninggal pada 11 Agustus di rumahnya di Tiburon, California. Ia dinyatakan tewas akibat bunuh diri. Keadaannya saat meninggal meyakinkan publik saat itu bahwa aktor film 'Mrs Doubtfire' itu mengalami depresi dan penyalahgunaan obat terlarang. 

Susan mengakui Robin memang mengalami depresi, tetapi diagnosa post-mortemnya menunjukkan bahwa dementia lewy body adalah penyebab biologis yang mendasari gejala penyakit otak kronis hingga membuatnya tewas bunuh diri.

Dementia Lewy Body (DLB) adalah penyakit yang rumit untuk didiagnosa karena memiliki banyak gejala yang mungkin bisa juga menyebabkan penyakit alzheimer dan parkinson. Namun, kondisi ini bukanlah penyakit langka. Lebih dari satu juta orang di Amerika mengidap DLB, berdasarkan data National Institute of Health's National Institute on Aging. Dan kebanyakan dari mereka yang mengalami DLB adalah mereka yang berusia lebih dari 50 tahun.

Penyakit ini dinamai Lewy Bodies karena protein abnormal yang mengendap di otak. Endapan abnormal ini bisa mempengaruhi pikiran seseorang, perilaku, mood serta kemampuan mereka untuk bergerak. Ini termasuk penyebab paling umum ketiga dari penyakit demensia dan gejalanya akan semakin buruk dari waktu ke waktu.

Penyakit ini juga kadang-kadang dapat menyebabkan halusinasi visual. Mayo Clinic mencatat bahwa, terkadang penyakiti ini dapat menyebabkan orang mengalami depresi atau memiliki percakapan dengan orang yang dicintai yang telah meninggal. 

Sementara itu, di samping kekakuan otot dan gerakan yang terbatas, gejala fisik lainnya akibat penyakit ini adalah berkeringat, tekanan darah meningkat, pusing, jatuh dan sulit tidur.

Ada dua jenis DLB yakni, dementia lewy bodies yang dimulai dengan masalah gerakan dan diikuti dengan gejala kognitif setelah kurang dari satu tahun. Jenis DLB lainnya adalah parkinson demensia dengan gejala kognitif yang lebih dari satu tahun setelah gejala pertama terjadi.

Penyakit ini lebih banyak menyerang pria dengan usia lebih dari 60 tahun atau memiliki anggota keluarga yang mengidap DLB. Rata-rata, penderita DLB bisa bertahan hidup sekitar lima hingga tujuh tahun sebelum meninggal. Tapi, beberapa orang bisa bertahan hidup hingga 20 tahun. (Huffingtonpost)


(LOV)