ASSBI Pertanyakan Kasus Timnas Pelajar U-13 di Manila

Fitra Iskandar    •    Rabu, 04 Nov 2015 11:32 WIB
pembinaan pemain muda
ASSBI Pertanyakan Kasus Timnas Pelajar U-13 di Manila
(Foto: Pilipinas.cup)

Metrotvnews.com, Jakarta: Para pemain sepakbola U-13 asal Indonesia dikabarkan tidak bisa pulang ke Tanah Air sesuai jadwal. Tiket pesawat  Filipina-Jakarta yang mereka pegang hangus. Kemenpora merasa tidak pernah mengirim tim ini ke luar negeri.

Para pesepakbola berumur di bawah 13 tahun itu  berada di Filipina untuk mengikuti turnamen  Pilipinas Cup 2015.  Tim yang dikirim itu diberi nama Timnas Pelajar Indonesia U-13. Organisator keikutsertaan tim ini adalah Kampiun Indonesia.

Dalam ajang itu, Timnas Pelajar U-13 menjadi juara setelah mengalahkan Pagasa FC 2-0 di final, pada Jumat 30 Oktober. Bila sesuai rencana, tim sudah bertolak dari Manila pada Minggu 1 November. Namun hingga hari ini mereka tertahan.

Ketua Asosiasi Sekolah Sepakbola Indonesia (ASSBI) Taufik Jursal Effendi menduga ada kelalaian dari pihak pengurus. Sebab bila tiket sudah di tangan seharusnya tidak ada masalah. Yang terpenting, EO yang bersangkutan melakukan cek dan ricek untuk memastikan akomodasi, termasuk tiket pesawat.

Dia pun mempertanyakan legalitas penggunaan nama Timnas Pelajar U-13. Sebab ternyata diketahui bahwa Kemenpora pun tidak pernah menerima permintaan rekomendasi soal keberangkatan tim ini ke luar negeri.

Penggunaan embel-embel timnas, tidak bisa serampangan. Kalaupun masyarakat berinisiatif mengirimkan tim sepakbola remaja ke turnamen luar negeri, menurut Taufik, tidak boleh tim tersebut menyandang nama "Timnas".

"Mana ada timnas pelajar. Tim pelajar di bawah Kemenpora, kalau timnas yang nasional itu di PSSI. Nah, kalau timnas cuma bertanding di turnamen FIFA atau AFC. Itu yang musti diluruskan," kata Taufik kepada Metrotvnews.com, Rabu (4/11/2015).

"Yang kasihan para pemain dan para orangtua.  Orangtua kan senang-senang saja, anaknya dibilang main di Timnas. Padahal mereka bayar juga supaya anak-anak mereka ikut ke sana. Ada juga yang berasal dari klub anggota ASSBI. Sekarang saya dengar anak-anak itu syok. Saya imbau agar para orangtua lebih berhati-hati. Sebaiknya lihat dulu rekam jejak organisator (EO) nya," ujar Taufik.


(FIT)