RI Butuh USD500 Miliar Bangun Infrastruktur Nasional

Husen Miftahudin    •    Rabu, 04 Nov 2015 15:10 WIB
infrastruktur
RI Butuh USD500 Miliar Bangun Infrastruktur Nasional
Ketua Kadin Suryo Bambang Sulistio. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kebutuhan infrastruktur dalam negeri hingga 2019 membutuhkan dana sebanyak USD500 miliar. Pemenuhan pembangunan infrastruktur itu diwujudkan melalui investasi pihak swasta sebesar 60 persen dan anggaran pemerintah 40 persen.

"Jadi sekitar USD200 miliar itu diharapkan dari pemerintah. Sedangkan yang USD300 miliar dari swasta. Kira-kita hampir sekitar itu," ujar Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto, ditemui usai hadiri acara Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2015, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015).

Ia mengungkapkan, nilai investasi infrastruktur untuk tahun ini sebanyak USD75 miliar yang terdiri dari investasi swasta sebanyak USD52 miliar untuk mengerjakan 43 proyek dan pemerintah sebesar US23 miliar.

"Proyeknya itu variatif. Ada untuk pembangunan infrastruktur pelabuhan, jalan tol, waduk, jalan kereta api. Tetapi yang pasti itu totalnya sebanyak USD52 miliar plus USD23 miliar," papar dia.

Suryo memperkirakan, pembangunan infrastruktur tahun depan lebih kepada sektor-sektor dengan tingkat pengembalian yang cukup besar. Biasanya sektor yang tingkat pengembaliannya besar menurut pihak swasta adalah jalan tol, pelabuhan, serta pembangkit listrik.

"Karena tingkat pengembaliannya lebih cepat, saya kira sektor itu menjadi prioritas yang masih dipilih. Jadi kalau swasta itu dia kan tidak mau yang jangka panjang dengan tingkat pengembaliannya lebih dari 10 tahun, itu pemerintah saja lah. Kalau seperti waduk, itu pemerintah lah," pungkas Suryo.


(AHL)