Tingkatkan Perdagangan Komoditi, KBI Gandeng JFX dan Bappebti Luncurkan SITNA

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 04 Nov 2015 15:55 WIB
bursa berjangka jakarta
Tingkatkan Perdagangan Komoditi, KBI Gandeng JFX dan Bappebti Luncurkan SITNA
Illustrasi. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Dalam rangka meningkatkan kinerja industri perdagangan berjangka komiditi, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI bekerja sama dengan Jakarta Future Exchange (JFX) dan Bappebti bakal meluncurkan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA) pada 10 November 2015.

Latar belakang peluncuran SITNA adalah untuk memberikan tambahan informasi oleh Self-Regulatory Organization (SRO) kepada investor atas transaksi yang telah dilakukan. Jadi, selain monitoring transaksi nasabah melalui laporan konfirmasi transaksi (trade confirmation) yang disediakan oleh pialang berjangka, maka setiap nasabah yang melakukan transaksi kontrak berjangka dapat juga memonitor hasil transaksinya melalui SITNA secara real time dari waktu ke waktu.

Pada prinsipnya, setiap investor yang bertansaksi perdagangan berjangka melalui pialang yang transaksinya terjadi pada JFX dan KBI‎, berhak untuk memperoleh akses ke SITNA.

Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, kerja sama KBI dengan JFX menghadirkan SITNA adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para nasabah. SITNA membantu dan memudahkan nasabah untuk membantu transaksi secara online‎.

"Kami berharap dengan hadirnya SITNA, maka industri perdagangan berjangka, khususnya perdagangan di JFX akan berkembang lebih baik lagi," kata Paulus, ditemui di Plaza Mandiri, Jakarta, ‎Rabu (4/11/2015).

SITNA, kata Paulus, didesain untuk dapat dipergunakan melalui beragam perangkat. SITNA secara dinamis mendukung ukuran layar yang berbeda-beda pada perangkat mobile baik berupa tablet maupun smartphone ataupun perangkat komputer dekstop ataupun laptop yang terhubung ke internet.

"SITNA mulai aktif berfungsi secara penuh pada 10 November 2015. Apabila terdapat hal-hal yang perlu ditanyakan lebih lanjut oleh Nasabah tentang transaksinya, nasabah yang bersangkutan dapat berhubungan langsung dengan pialang anggota kliring, di mana nasabah tersebut melakukan transaksi," ungkap dia.

Sebagai lembaga kliring penjamin dan penyelesaian transaksi, lanjut dia, KBI melalui SITNA dapat meningkatkan kepercayaan nasabah, memberikan kenyamanan nasabah bertansaksi, dan meningkatkan transparansi, serta menaikkan citra positif industri perdagangan berjangka.

"Diharapkan secara otomatis akan memudahkan perusahaan pialang berjangka untuk meyakinkan investor dalam bertansaksi di perdagangan berjangka," pungkasnya.

Untuk keperluan memonitor transaksi melalui SITNA, menurut dia, kepada setiap nasabah akan diberikan user name dan password melalui pialang dari nasabah yang bersangkutan. Selanjutnya‎ nasabah dapat mengakses pada laman www.sitna-kbi.com. Pembuatan user name dan password dilaksanakan di dalam sistem SITNA pada modul anggota kliring.

"Hal ini patut disyukuri mengingat sejak dibangun pertama kali pada 40 tahun lalu, pembangunan jalan bebas hambatan di Indonesia berlangsung lambat. Padahal kebutuhan infrastruktur seperti jalan tol sangat penting guna menunjang berjalannya roda ekonomi," pungkas Basuki.


(SAW)