Sampah Menggunung di Berbagai Lokasi di Jakarta Selatan

Nelly Marlianti    •    Rabu, 04 Nov 2015 17:56 WIB
sampah jakarta
Sampah Menggunung di Berbagai Lokasi di Jakarta Selatan
Ilustrasi--Antara/Irene Renata

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadangan akses masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, membuat sejumlah truk pengangkut sampah dari DKI Jakarta tertahan. Saat ini ada puluhan truk yang masih 'nongkrong' di berbagai lokasi di Jakarta Selatan.

Pantauan di lapangan, sampah-sampah domestik menggunung di kawasan Depo Kebon Baru, Taman Honda Tebet, Kalibata, dan Lenteng Agung. Tumpukan sampah juga terlihat di depo pembuangan sampah di Kecamatan Pancoran, tepatnya di Jalan DPR, dekat Stasiun Kalibata Jakarta Selatan.

Di depo itu sedikitnya 15-20 truk berisi tumpukan sampah siap buang mengular di tepi jalan. Truk-truk ini ditingal begitu saja oleh para sopir lantaran baru akan kembali jalan pada Rabu (4/11/2015) pukul 21.00.

"Ini kami bawa pulang lagi, sebenarnya ini udah siap angkut. Makanya sudah dipasangi terpal atasnya seperti ini. Tapi karena tidak bisa melintas, bagaimana lagi," ungkap Ade, salah satu sopir truk pengangkut sampah, Rabu (4/11/2015).

Ade menjelaskan, truk-truk yang tengah menepi di dekat Depo Kalibata ini kembali pulang setelah pada Selasa (3/11/2015) mencoba melintasi jalur Cileungsi. Namun truk terhalang oleh warga yang tengah memblokade jalan.

Ade sudah mencoba membawa truk melewati Bekasi Barat pada malam hari. Namun antreannya cukup panjang, hingga mencapai lima kilometer, dari tempat penimbangan hingga pintu masuk Bantar Gebang. Pihaknya terpaksa putar balik dan menunggu malam ini untuk kembali diangkut.

"Ini nanti malam mau coba diangkut. Soalnya ini sudah dari kemarin sampai sekarang belum nge-rid sama sekali," terang Ade.

Biasanya para sopir truk ini melewati jalur Cibubur dan Cileungsi untuk membawa sampah di siang hari. Untuk jalur Bekasi Barat baru dapat dilewati malam hari. Setiap harinya, Ade membawa sampah ke Bantar Gebang 2-3 rid. Namun untuk kali ini 1 rid pun belum bisa dilakukan.

Kesulitan mengangkut sampah juga ke Bantar Gebang juga dirasakan para pengangkut sampah gerobakan yang mengambil sampah dari rumah warga. Ada lebih 40 unit gerobak sampah yang menunggu masuk ke dalam depo untuk membuang sampah. Namun, sampah tersebut justru tidak bisa diangkut lantaran sampah di dalam depo menumpuk. Akibatnya, para pengangkut gerobak sampah ikut mengantre membuang sampah ke depo sampah.

Jarwo, petugas pengangkut sampah yang biasa mengangkut sampah di kawasan Rawajati, Jakarta Selatan, mengaku tidak bisa mengangkut sampah dari rumah-rumah warga. Sejak kemarin hingga Rabu sore ia masih mengantre untuk membuang sampah dari gerobaknya ke penampungan.

"Ya jadi enggak bisa mengangkut, mau bagaimana mengangkut sampah dari rumah warga. Ini saja gerobaknya masih penuh sampah, belum diturunin. Masih ngantre," kata Jarwo.

Jarwo, bukan satu-satunya yang menunggu antrean. Masih ada puluhan pegangkut sampah lain yang masih menunggu antrean. Lelah menunggu, para pengangkut sampah ini justru saling mengobrol dan tidur beralaskan kardus bekas di torotoar sambil menunggu sampah selesai diangkut.

Antrean kendaraan pengangkut sampah di sisi kanan dan kiri jalan tidak membuat arus lalu lintas di wilayah Rawajati terganggu. Lebar jalan yang memadai, sekitar delapan meter, membuat lalu lintas jalan lancar.

Mobil maupun angkutan umum bisa melewati jalan tanpa tersendat. Namun, aroma busuk dari tumpukan sampah mengganggu warga yang melintas. Mereka menutup hidung rapat-rapat saat melintas di depan depo sampah.

Di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, juga terdapat 10 truk yang diparkir di pinggir jalan. Truk berada di bahu jalan sekitar tiga meter. Truk tersebut tepat berada di dekat Stasiun Kereta Lenteng Agung arah Depok. Truk yang sudah siap jalan dengan tumpukan sampah ditinggal begitu saja oleh sopir truk sampah. Truk ditinggal terkunci.

Salah satu petugas sampah yang tengah memilah sampah, Anto, menyatakan, para sopir truk yang memarkir kendaraan itu ramai-ramai pulang ke rumah untuk beristrirahat lantaran tidak bisa bekerja. Menurut Anto, sudah sejak Selasa truk diparkir di pingir Jalan Lenteng Agung.

"Petugasnya sudah pulang semua, mereka baru malam nanti kembali. Katanya mau mengantar sampahnya pukul 21.00 WIB," terang Anto.

Sementara itu, kondisi arus lalu lintas di sekitar Lenteng Agung lancar. Keberadaan truk sampah di jalan tidak mengganggu arus lalu lintas. Sebab, jalan di kawasan itu cukup lebar, sekitar 13 meter. Truk-truk tersebut menempati trotoar dan bahu jalan, memakan tiga meter jalan.


(YDH)