Di Balik Gunungan Sampah

TPA di Surabaya Tampung 1.500 Ton Sampah Setiap Hari

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Rabu, 04 Nov 2015 17:59 WIB
sampah menumpuk
TPA di Surabaya Tampung 1.500 Ton Sampah Setiap Hari
Sebuah truk mengangkut sampah menuju TPA di Kecamatan Benoro, Surabaya, MTVN - MK Rosyid

Metrotvnews.co, Surabaya: Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, menangani masalah sampah dengan membuat tempat pembuangan akhir (TPA) di Kecamatan Benoro. Pemkot menempatkkan TPA berada di wilayah perbatasan yang jauh dari pemukiman.

TPA memiliki lahan seluas 38 Hektare. Posisinya berada di tengah persawahan. TPA mampu menampung 1.500 ton sampah setiap hari. Setiap hari, puluhan truk sampah milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengangkut sampah yang diproduksi warga Surabaya.

Tapi warga tak perlu khawatir dengan pandangan maupun bau tak sedap dari tumpukan sampah. Sebab, lokasi TPA berjarak kurang lebih 3 Km dari perkampungan.

Seperti yang terlihat pada Rabu siang 4 November, sebuah truk bernomor polisi L 9021 TP mengangkut sampah menuju TPA. Bak truk bermuatan sampah ditutup terpal plastik.

Untuk menuju TPA, kendaraan harus melewati jalan kecil yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik. Dari jalan raya, waktu tempuh menuju TPA yaitu 10 menit.

Namun sayang, Metrotvnews.com tak diperkenankan masuk TPA terbesar di Jatim itu. "Maaf mas, kalau mau masuk harus menunjukkan surat dari dinas. Terus kemudian yang dituju siapa," kata seorang satpam berusia sekitar 50-an tahun.

Di sekitar TPA, tampak pengepul sampah 'membuka' lapak. Para pengepul memperjualbelikan kembali sampah-sampah yang dapat didaur ulang seperti plastik, botol, dan kaleng.

Mahmud, 48, pengepul, mengaku mendapatkan sampah dari para pemulung di area TPA. "Yang kami beli dari para pemulung hanya sampah kering saja," kata Mahmud.


(RRN)

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

KPK Diminta Segera Ungkap Nama Besar di Belakang Novanto

2 hours Ago

Setelah vonis 15 tahun terhadap Setya Novanto diketuk, KPK diminta untuk segera mengungkap nama…

BERITA LAINNYA