Wakil Ketua Dikorek Rapat di Komisi VII

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 04 Nov 2015 18:14 WIB
suap pltu di papua
Wakil Ketua Dikorek Rapat di Komisi VII
Mulyadi seusai diperiksa di KPK----MTVN/Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus yang membelit mantan Politikus Partai Hanura Dewie Yasin Limpo. Namun Mulyadi enggan membeberkan hasil pemeriksaan tersebut.

Politikus Partai Demokrat ini keluar sekira pukul 15.40 WIB dari Gedung KPK yang terletak di Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2015). Mulyadi tak banyak bicara. Ia hanya berujar singkat.

"Saya diperiksa sebagai pimpinan rapat," ujar Mulyadi.

Mulyadi tak merinci rapat apa yang dimaksud. Diduga, rapat berkaitan dengan penganggaran proyek PLTU yang sempat diajukan dalam RAPBN 2016 dan dijanjikan Dewie kepada Pemda Deiyai. Sebab, Dewie diketahui mendapatkan fee buat mengurus anggaran proyek.

Politikus Partai Demokrat itu tak lagi berujar dan terus berjalan ke pintu keluar gedung di pinggir jalan raya. Di sana sudah ada Toyota Innova putih bernopol B 1103 SYK dan lalu pergi.

Dewie ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada 20 Oktober 2015. Dia dicokok bersama Rinelda Bandaso, Bambang Wahyu Hadi, Iranius Adi, dan Setiadi.

Iranius dan Setiadi diduga sebagai pemberi suap. Keduanya dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, dan Bambang Wahyu Hadi diduga sebagai penerima suap. Mereka diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.


(TII)