BEI Tingkatkan Investor Domestik Lewat ISCME 2015

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 04 Nov 2015 18:34 WIB
pasar modal
BEI Tingkatkan Investor Domestik Lewat ISCME 2015
Suasana konferensi pers ISCME 2015 (MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali menyelenggarakan Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME) 2015.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, penyelenggaraan ISCME 2015 melibatkan 81 emiten. Semua emiten itu akan menjabarkan update terbaru kinerja, rencana kerja, pameran produk pasar modal, dan peluncuran program strategis industri di bursa.

Tito menambahkan, acara ‎yang diselenggarakan pada 9-13 November 2015 ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan jumlah investor domestik di Indonesia.

"Acara ini kita usung tema 'Yuk Nabung Saham'‎ bukan hanya bertujuan untuk meningkatkan investor, namun menanamkan kebutuhan berinvestasi di pasar modal," ujar Tito, ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Menurut dia, tema bertajuk 'Yuk Nabung Saham‎' adalah suatu kampanye pasar modal berskala nasional yang bertujuan untuk meningkatkan awareness masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.  Selain itu, 'Yuk Nabung Saham‎' merupakan ajakan kepada masyarakat, baik menjadi investor maupun calon investor, untuk berinvestasi secara rutin dan berkala di pasar modal. 

Diharapkan, lanjut Tito, investasi di pasar modal dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. ISCME 2015 akan dibuka oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad, dan turut dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida.

"Investor Summit juga bertujuan mewujudkan sinergi strategis di kalangan pasar modal (regulator dan pelaku) dalam memanfaatkan peluang bisnis/investasi yang tersedia dan menggerakkan potensi berinvestasi, dengan mengubah pola masyarakat dari budaya menabung menjadi budaya," pungkasnya. 


(ABD)

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

Fredrich Menduga Majelis Hakim tak Adil

2 days Ago

Fredrich menyesalkan sikap JPU KPK yang dinilai sengaja tidak mau menghadirkan sejumlah saksi k…

BERITA LAINNYA