Petani Garam Buktikan Produksinya tak Bercampur dengan Tanah

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Rabu, 04 Nov 2015 18:44 WIB
garam
Petani Garam Buktikan Produksinya tak Bercampur dengan Tanah
Petani garam di Surabaya tengah panen, MTVN - MK Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Petani garam di Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menolak dikatakan kualitas garamnya jelek sehingga mempengaruhi harga yang juga anjlok.

Salah satu yang dilakukan petani untuk memperbaiki kualitas garamnya adalah dengan memberikan plastik terpal di areal sawah. Dengan begitu, garam tidak tercampur dengan tanah. 

"Tidak mungkin kalau bercampur dengan tanah. Garam kami ini bagus, dasarnya kami berikan terpal plastic agar tidak bercampur tanah," kata Suparman, salahseorang petani garam, di Kelurahan Romokalisari, Kecamatan Benowo, Kota Surabaya, Jatim, Rabu (4/11/2015).

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo pernah mengatakan, harga garam di Jatim anjlok lantaran kualitas garam menurun. Sebabnya, garam dari petani tercampur dengan tanah.

(Baca: Garam Jatim tak Laku, Soekarwo: Garamnya Bercampur dengan Tanah)

Riduan mengatakan, pemerintah bisa menstabilkan kembali harga garam. Sebab, warga pinggiran Surabaya yang berbatasan dengan Kabupaten Gresik itu hanya mengandalkan garam sebagai mata pencaharian pokok.

"Coba dibayangkan saja, harga satu sak itu hanya Rp 17 ribu. Satu sak itu isinya 55 kilogram. Ya, mau bagaimana lagi, kami hanya petani yang setiap hari di sawah. Kalau dijual mahal pembeli juga tidak ada yang mau," kata Suparman.

Mat Tholabi, petani garam lainnya mengatakan, penghasilan dari bertani cukup garam sebenarnya cukup hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan keluarga. Tapi untuk kebutuhan anak sekolah dan perabotan keluarga bapak dua ini harus bekerja sebagai buruh. 

"Karena tidak setiap hari panen. Seminggu panen sekali. Biasanya seminggu dapat 75 sak," katanya.

Untuk itu, kata Tholabi, para petani di Surabaya tidak bisa berbuat banyak selain memperbaiki kualitas garam itu sendiri. “Salah satunya dengan member terpal plastic di dasar tanah agar tidak bercampur dengan tanah garamnya. Semua petani garam di sini seperti itu,” ujarnya.


(RRN)