Lima Jam di KPK, Dewie Yasin Limpo: Cuma Pemotretan

M Rodhi Aulia    •    Rabu, 04 Nov 2015 18:48 WIB
suap pltu di papua
Lima Jam di KPK, Dewie Yasin Limpo: Cuma Pemotretan
Mantan anggota Komisi VII DPR Dewie Yasin Limpo. Foto: MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi sudah merasa cukup mengorek keterangan dari mantan Politikus Partai Hanura Dewie Yasin Limpo dalam kasus dugaan suap pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Deiyai, Papua, hari ini. Uniknya, Dewie mengaku tidak diperiksa.

"Cuma pemotretan," ujar Dewie singkat usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2015).

Anggota DPR ini enggan membeberkan maksud di balik pernyataan singkat itu. Padahal, Dewie berada di gedung KPK untuk pemeriksaan atas kasus yang membelit dirinya lebih kurang lima jam.

Dewie keluar pukul 15.30 WIB dengan mengenakan baju putih dan jilbab putih corak hitam serta rompi oranye. Tak lepas dari tangannya, sebuah tas berwarna cokelat. Dewie terus ditanya wartawan ikhwal pemeriksaan dirinya sebagai tersangka dan terkait dugaan keterlibatan Komisi VII DPR.

Dewie hanya diam dan terus menuruni anak tangga gedung KPK. Tampak senyum yang mengembang dari wajahnya seiring langkah kaki menuju mobil berteralis besi yang siap membawanya ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Dalam waktu bersamaan, Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi juga menjalani pemeriksaan. Politikus Partai Demokrat itu keluar dari gedung KPK, beberapa menit setelah kepergian Dewie. "Saya diperiksa terkait kapasitas saya sebagai pimpinan rapat dan mekanisme keputusan," ujar Mulyadi singkat. 

Dewie ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada 20 Oktober 2015. Dia dicokok bersama Rinelda Bandaso, Bambang Wahyu Hadi, Iranius Adi, dan Setiadi.

Iranius dan Setiadi diduga sebagai pemberi suap. Keduanya dikenakan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dewie Yasin Limpo, Rinelda Bandaso, dan Bambang Wahyu Hadi diduga sebagai penerima suap. Mereka diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.(Aulia) 


(DOR)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

20 hours Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA