Kadin Bidik Miliaran Dolar dari IIW 2015

Husen Miftahudin    •    Rabu, 04 Nov 2015 19:16 WIB
infrastrukturinvestasi
Kadin Bidik Miliaran Dolar dari IIW 2015
Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (tengah) (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2015. Dengan gelaran ini, diharap mampu mendatangkan investasi untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto (SBS) mengungkapkan, beberapa investor dari Tiongkok dan Jepang sudah mulai melirik gelaran ini untuk meningkatkan investasi mereka. Tak heran memang, sebab dua negara ini getol menanamkan modalnya di Indonesia untuk mendapat keuntungan dari potensi pasar yang besar di Indonesia.

"Tiongkok dan Jepang tentunya. Dua negara itu ya kita kan baru pembukaan tetapi dari indikasi kita lihat dari penyelenggaran konferensi ini mereka respons positif," kata Suryo, ditemui usai hadiri acara Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2015, di Jakarta Convention Centar (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2015).

Ia menjelaskan, pada gelaran tahun lalu, IIW mampu menjaring investasi hingga lebih dari USD500 juta. Untuk tahun ini, ia menargetkan investasi yang masuk dari gelaran IIW 2015 untuk bidang infrastruktur mencapai miliar dolar Amerika Serikat.

"Tahun lalu kan sekitar di atas USD500 juta, tapi mungkin (tahun ini) lebih. Kalau proyek pembangkit listrik saja yang 2.000 megawatt (MW) itu sekitar USD2 miliar. Tahun lalu beberapa kan sudah komit untuk pembangkit listrik, saya kira bukan ratusan mungkin beberapa miliar," harapnya.

Meski demikian, Suryo belum bisa memastikan investor mana saja yang sudah menyatakan komitmennya untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Biasanya hal tersebut baru bisa diketahui setelah pameran berakhir.

"Kita belum tahu, biasanya nanti kita dengar belakangan. Tapi tampaknya kali ini minat lebih besar. Jadi kita harapkan juga tentunya dari sisi komitmen untuk berinvestasi lebih tinggi. Saya juga mendengar dari komentar Pak Basuki dan nampaknya kecenderungannya begitu banyak yang menyatakan ketertarikannya," pungkas Suryo.


(ABD)