Di Antara Top Five ASEAN, Rapor CAD & Inflasi RI Paling Jeblok

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 04 Nov 2015 19:25 WIB
ekonomi indonesia
Di Antara <i>Top Five</i> ASEAN, Rapor CAD & Inflasi RI Paling Jeblok
Illustrasi ekonomi indonesia. ANTARA FOTO/M. Ali Wafa

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia masuk dalam top five ASEAN atau lima negara peringkat teratas di Asean bersama Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand. Namun, di antara top five ASEAN, Indonesia memiliki rapor yang tertinggal dalam permasalahan defisit transaksi berjalan (CAD) dan Inflasi.

Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo  mengatakan dari sisi transaksi berjalan, hanya Indonesia yang masih mencatat nilai yang defisit. Sementara, empat negara lainnya sudah dalam posisi transaksi berjalan yang surplus atau positif. Dirinya memandang hal ini menunjukkan bahwa impor Indonesia lebih besar dibanding ekspornya.

"Itu adalah cermin sederhana bahwa impor lebih besar dari ekspor. Ini tantangan buat kita kalau masuk ke MEA, agar Indonesia punya produktivitas, daya saing yang baik untuk tembus di pasar ASEAN," kata Agus, di dalam acara sosialisasi implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), di Hotel Borobudur, Rabu (4/11/2015).

Dibanding Malaysia, Singapura, dan Thailand, ekspor Indonesia memang masih kalah. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Indonesia terlalu mengandalkan ekspor sumber daya Alam (SDA) atau komoditas. 

SDA memang menghasilkan nilai ekspor yang rendah dan tak banyak menyerap tenaga kerja. Padahal Sebelumnya, Indonesia mengekspor barang-barang olahan atau yang sudah diproduksi.

"Sedangkan Filipina, dalam beberapa tahun terakhir memang telah meningkatkan ekspornya melalui sektor jasa, dengan mengirimkan tenaga kerja trampil mereka ke negara lain, sehingga membuat  pendapatan atau income mereka meningkat," ujar dia.

Sedangkan dari sisi inflasi, Indonesia juga masih di bawah. Pasalnya, tingkat inflasi Indonesia pada akhir 2014 saja masih tercatat tinggi yakni 8,3 persen. Sedangkan negara lain di bawah lima persen. Untuk itu lanjut Agus inflasi perlu diturunkan karena tingkat inflasi tinggi akan menggerogoti pendapatan masyarakat.

"Kalau inflasi tinggi bikin kompetitif kita rendah, maka akan susah berikan harga jual yang rendah, selain itu sumber dari spelulasi, karena pedagang enggak mau kehilangan kesempatan dan berfikir besok-besok harga akan naik, sehingga mereka menimbun barang. Ini harus kita cegah, Indonesia hadapi tantangan inflasi stabil," jelas dia.



(SAW)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA