Black Market Museum Hadirkan "Karya Seni Sampah"

Patricia Vicka    •    Rabu, 04 Nov 2015 19:50 WIB
seni rupa
Black Market Museum Hadirkan
Salah satu instalasi seni dari sampah. Foto: Metrotvnews.com/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Di Yogyakarta, sejumlah seniman menyulap sampah menjadi karya seni. Karya mereka dipajang apik di sebuah bangunan tua tak terpakai. Ribuan karya dari sampah ini dipamerkan dalam pameran bertajuk Black Market Museum.

Pameran ini mengusung dua tema. Tema pertama jamuan makan internasional dan tema kedua kehidupan di dalam penjara. Di ruangan bertema jamuan makan internasional, ratusan sampah gulungan kertas disatukan membentuk sebuah gorden panjang putih dengan motif perahu dari kertas. Kertas itu ditempel di dinding menutupi sisi sebelah kanan ruang pameran.

Tampak sebuah meja panjang dan 11 kursi tertata rapi. Kursi-kursi itu digantungi baju-baju bekas yang melambangkan manusia. Di meja makan tersebar makanan dan minuman yang terbuat dari sampah plastik bekas kopi, bungkus mie instan, bungkus permen, dan kendi bekas. Ada 11 bendera negara di dunia diletakkan di atas meja.

"Ini adalah hasil karya Olanrewaju Tejuso, seniman asal Nigeria yang sering berkarya dengan sampah. Lanre (panggilan olanrewaju) memang tertarik pada pemanfaatan sampah menjadi benda bernilai," ujar Ihsan, penjaga Black Market Museum, kepada Metrotvnews.com, di Yogyakarta, Rabu (4/10/2015).

Melalui pameran sampah ini, Lanre ingin membuat sampah yang dinilai tak berharga oleh masyarakat menjadi sebuah benda seni. "Ia mencoba memberi nyawa pada sampah. Idenya muncul karena Lanre sering melihat sampah. Ia lahir dan dibesarkan dari keluarga miskin sehingga sudah terbiasa dengan sampah," kata Ihsan.

Selama sekitar sebulan, Lanre dibantu beberapa seniman mengumpulkan sampah-sampah yang ada dan merakitnya menjadi karya seni. "Melalui karyanya, Lanre ingin membuka mata orang bahwa segala sesuatu yang dianggap tak berharga dan dipinggirkan ternyata bisa bernilai tinggi jika diasah," tuturnya.

Selain Lanre, lima seniman lainnya yakni Angki Purbandono, Fathoni, Adhik Kristiantoro, dan Titus Garu yang tergabung dalan Prison art Programs (Pap) turut menyumbang karya mereka dalam ruangan bertema penjara. Dalam ruangan ini dipamerkan kehidupan para napi yang dianggap "sampah" oleh masyarakat. Semua barang yang dipamerkan terbuat dari sampah.

Black Market Museum adalah bagian dari perhelatan pameran seni Biennale Jogja XII yang dibuka mulai 1 November hingga 10 Desember. Black Market Museum dilangsungkan di Jalan Bintara Kulon Yogyakarta.


(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA