Bila Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Cirebon Ditutup

Ahmad Rofahan    •    Kamis, 05 Nov 2015 11:10 WIB
pelindo
Bila Bongkar Muat Batu Bara di Pelabuhan Cirebon Ditutup
Aktivitas bongkar muat batu bara di Pelabuhan Kota Cirebon, MTVN - Ahmad Rofahan

Metrotvnews.com, Cirebon: Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) meminta pemerintah mempertimbangkan penutupan bongkar muat batu bara di Pelabuhan Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar). Sebab itu dapat memunculkan masalah serius di sejumlah industri di Jabar, utamanya Kota Bandung.

Menurut Ketua KADIN Kota Cirebon, Yuyun Wahyu Kurnia, seluruh pabrik tekstil di Jabar bergantung pada batu bara. Cirebon merupakan pintu masuk batu bara menuju sejumlah industri tekstil di Jabar.

"Ketika distribusinya berhenti, sudah bisa dipastikan pabrik-pabrik tersebut akan bermasalah," ujar Yuyun di Cirebon, Kamis (5/11/2015).

Tenaga listrik di sejumlah pabrik di Jabar mengandalkan batu bara. Bila bongkar muat ditutup, pabrik itu berisiko kehilangan sumber energi. Sehingga pabrik tak berproduksi.

"Lalu bagaimana dengan nasib puluhan ribu pekerja di Jabar. Cukup bergantung pada batu bara Cirebon," kata Yuyun.

Sementara itu Wali Kota Cirebon Nasruddin Azis tetap pada pendiriannya mengirimkan surat rekomendasi penutupan bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon. Ia juga memberikan waktu kepada Pelindo II untuk membenahi area bongkar muat tersebut.

"Semuanya sudah jelas, saya juga sudah tahu secara langsung, bahwa debu batu bara sudah mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat Kota Cirebon. Jadi saya tetap akan rekomendasikan penutupan tersebut," kata Azis.


(RRN)